LHOKSUKON – Masyarakat Gampong Tunong Krueng, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, berharap pengerjaan irigasi dan saluran buang yang runtuh di gampong tersebut segera terealisasi. Sejauh ini permasalahan tersebut sudah didisposisi Bupati Aceh Utara dan kabarnya akan dikerjakan dengan APBK Perubahan Aceh Utara 2016.

“Dua titik irigasi dan saluran buang ini sudah runtuh sejak empat tahun lalu. Saluran buang juga mulai sumbat dan tidak bisa dialiri air lagi,” kata Imran, warga Gampong Tunong Krueng kepada portalsatu.com, Senin, 10 Oktober 2016.

Menurutnya, berdasarkan usulan geuchik beberapa waktu lalu permasalahan itu sudah didisposisi oleh Bupati Aceh Utara. Proposal pengerjaan irigasi itu bahkan sudah masuk ke Dinas Pengairan dan Energi Sumber Daya Mineral Aceh Utara, serta sudah dinaikkan ke rencana kerja (renja). Namun hingga kini belum juga dikerjakan.

“Harapan kami kebutuhan pertanian masyarakat terpenuhi. Jika tidak dibuat dalam APBK perubahan ini, maka dapat dipastikan petani akan gagal turun ke sawah karena kondisi irigasi sudah tidak  memungkinkan. Sudah hampir empat tahun kondisi itu berjalan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Geuchik Tunong Krueng, Abdul Kadir. Dikatakan, masalah itu memang sudah didisposisi bupati, tapi belum ada penanganan lanjutan. Saluran buang itu berfungsi untuk Gampong Tunong Krueng dan Teumpok Masjid. Sedangkan irigasi itu mengairi Pante Seulemak, Jok, Meria, Meunje Seulemak, dan Tunong Krueng.

“Kerusakan ini sudah berjalan empat tahun, harapan kami segera dikerjakan. Jangan seperti pengalaman sebelumnya, baru dikerjakan setelah kami tutup pintu pendopo Bupati. Tidak efektifnya saluran irigasi selama ini membuat masyarakat merugi,” kata Abdul Kadir.[]