TAPAKTUAN – Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK meminta kepada seluruh masyarakat didaerah itu menghilangkan trauma masa konflik dulu ketika mengetahui akan ditempatkan pasukan BKO Brimob Polda Bengkulu di wilayahnya. Sebab pasukan yang ditempatkan sekarang ini khusus untuk menjaga ketertiban berbeda saat konflik dulu khusus untuk memulihkan situasi keamanan.
Sudah banyak pengaduan yang saya terima terkait keresahan masyarakat ketika mengetahui akan ditempatkan pasukan BKO Brimob tersebut. Masyarakat masih trauma ketika mendengar kata-kata BKO langsung teringat masa konflik. Bahkan ada sebagian masyarakat meminta agar di wilayahnya tidak usah ditempatkan pasukan karena situasi aman, kata Kapolres AKBP Achmadi SIK pada acara silaturahmi menyambut kedatangan 100 personil BKO Brimob Polda Bengkulu di Mapolres, Tapaktuan, Jumat 20 Januari 2017.
Menyikapi persoalan ini, kata Kapolres, pihaknya telah turun langsung ke desa-desa dan kecamatan menggelar pertemuan dengan para kepala desa untuk mensosialisasikan maksud kedatangan pasukan Brimob Polda Bengkulu ke daerah tersebut.
Langkah sosialisasi itu sudah kami gelar dengan para kepala desa di Kecamatan Sawang dan Meukek. Ke depannya langkah serupa kembali akan kami lanjutkan ke kecamatan lain dengan mengikut sertakan langsung Dandim 0107 dan Kepala Detasemen BKO Brimob Bengkulu Kompol Mada Ramadita SIK, ujarnya.
Dihadapan Kepala Detasemen BKO Brimob Polda Bengkulu, Kompol Mada Ramadita SIK, Kapolres Aceh Selatan meminta kepada seluruh pasukan agar cepat berbaur dengan masyarakat disekitar tempat tugas masing-masing. Kapolres juga meminta kepada para pasukan Brimob agar tidak segan-segan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan para Camat, Kapolsek dan Danramil ditempat tugas masing-masing.