BANDA ACEH Bencana alam silih berganti terjadi di Aceh. Selepas gempa di Pidie Jaya dan sekitarnya, sejumlah kabupaten/kota lainnya kemudian dilanda banjir, longsor, dan puting beliung.
Raden Mas Teguhprawira Atmaja, mahasiswa Pascasarjana Prodi Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala, memberikan tanggapan mengenai hal ini.
Secara historis, Aceh memang rawan terhadap bencana baik itu gempa, longsor, puting beliung maupun banjir. Hal ini dikarenakan letak geografisnya berada di kawasan rawan bencana, kata Teguh, Senin, 9 Januari 2017.
Teguh mengatakan bencana alam yang terjadi di Aceh sudah menjadi hal yang lumrah. Bahkan, sejak zaman nenek moyang sudah ada seperti smong dan iebeuna. Namun, kata dia, kesenjangan informasi menyebabkan indigenous knowledge tentang bencana tidak sampai kepada generasi saat ini.
Oleh karena itu, kata Teguh, masyarakat harus dibekali pengetahuan agar dapat hidup berdampingan dengan bencana, seperti di Jepang.