TERKINI
NEWS

Marni Si Gajah Pembawa Pengantin di Aceh Utara

Lakon seperti ini bukan pertama kali dilakukan oleh gajah betina tersebut.

MAULANA AMRI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 1 menit
SUDAH DIBACA 1.3K×

LHOKSUKON – Gajah itu bernama Marni. Asalnya dari Saree, Aceh Besar yang kini tinggal di CRU Ulee Bate, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara. Po meurah inilah yang dipergunakan oleh Faisal saat prosesi intat linto baro, Senin, 9 November 2015. (Baca: Unik, Intat Linto Baro Menunggang Gajah di Aceh Utara).

“Ya, Marni sudah tiga tahun tinggal di Cot Girek bersama tiga temannya yang lain,” kata Yusrizal, salah seorang pelatih gajah dari BKSDA Aceh.

Menurut Yusrizal, ada empat ekor gajah yang berada di Cot Girek. Dua jantan dan dua betina. Marni adalah gajah tertua yang ada di tempat tesebut.

Lakon seperti ini bukan pertama kali dilakukan oleh gajah betina tersebut. Di usianya yang sudah 45 tahun, Marni kerap dijadikan alat transportasi dan tunggangan para linto di Aceh.

“Tak hanya mengantarkan pengantin, segala even pun dia turut andil dalam memeriahkannya. Misalkan saja kemarin saat pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA), peringatan satu Muharram dan acara-acara besar lainnya,” kata Yusrizal.

“Para gajah itu  jinak dan telah dilatih dengan berbagai keterampilan untuk menghibur masyarakat Aceh,” ujar Yusrizal lagi.

Yusrizal mengatakan sebelum prosesi intat linto dilakukan, gajah Sumatera ini sehari sebelumnya telah dibekali. “Sehingga pada saat pelaksanaan tidak menimbulkan berbagai masalah,” katanya.[]

MAULANA AMRI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar