BOGOR – Ikamapa Bogor buka puasa bersama mahasiswa, masyarakat, dan anak yatim, di Asrama Mahasiswa Aceh Leuser Bogor, Minggu, 19 Juni 2016. Tema yang diangkat kali ini adalah Mari Kita Jauhkan Sifat Kueh dengan Sucikan Hati dan Bersihkan Diri Meraih Peringkat Takwa di Bulan Suci yang Penuh Berkah Ini.
Irwansyah, ketua panitia mengatakan, kegiatan tersebut dihadiri ratusan mahasiswa dan masyarakat Aceh yang ada di Bogor, para undangan organisasi lintas kampus, masyarakat sekitar, dan puluhan anak yatim.
Suksesnya kegiatan kita pada hari ini karena partisipasi, dorongan dan semangat keluarga besar Ikamapa untuk berbagi bersama dan silaturahmi, sebelum mudik ke daerah masing-masing, karena suasana perkuliahan memasuki masa libur semester, kata Irwansyah didampingi Mahyuda, Wakil Ketua Ikamapa.
Ketua Ikamapa, Zulfikar Mulieng mengatakan buka puasa akbar mahasiswa dan masyarakat Aceh bersama anak yatim baru pertama kali dilakukan. Kegiatan ini terlesenggara karena semangat kebersamaan dan keinginan pihak Ikamapa untuk berbagi bersama anak yatim dalam memeriahkan bulan suci Ramadhan.
Sebagaimana tema yang diangkat adalah untuk menjauhkan Sifat Kueh dengan Sucikan Hati dan Bersihkan Diri Meraih Peringkat Taqwa di Bulan Suci yang Penuh Berkah Ini. Kueh adalah satu kata dalam bahasa Aceh yang mempunyai arti sangat mendalam. Sifat kueh bukan hal baru yang mengidap sebagian orang di Aceh. Penyakit batin ini sering muncul tatkala ada kesuksesan atau kemajuan yang berhasil dicapai oleh seseorang. Baik itu berupa ide, gagasan, pendapatan ekonomi, karir, pendidikan, bahkan termasuk hal kecil, seperti penampilan yang memikat, katanya.
Sederhananya, sifat kueh tidak jauh berbeda dengan ungkapan populer yang berbunyi: susah melihat orang lain senang, tapi senang bila melihat orang lain susah. Kueh adalah sikap atau perilaku seseorang terhadap orang lain yang dapat menghancurkan atau merugikan orang lain dan juga orang kueh itu sendiri. Jadi setiap adanya perilaku kueh maka di sana juga wujud kehancuran atau kerugian, baik kerugian tersebut menimpa orang yang di-kueh-kan maupun menimpa orang kueh itu sendiri, atau kedua-duanya sekaligus, ujar Zulfikar lagi.