“Apakah kamu tahu, kedatangan tim kami akan sangat berpengaruh bagi promosi kopi Arabica Gayo di Eropa,” begitu penggalan pernyataan Marek Robacha, seorang anggota Specialty Coffee Asosiation of Europe (SCAE) ketika mengunjungi dataran tinggi Gayo Kabupaten Aceh Tengah.
Menurut Marek, pihak SCAE yang datang ke Aceh kali ini berasal dari berbagai rantai bisnis kopi, mulai dari importir, owner cafe, peneliti kopi, roaster hingga penulis buku tentang kopi.
Di samping niat untuk mempromosikan kopi Gayo, pria asal Polandia ini menyarankan agar para petani kopi Arabica Gayo tetap mempertahankan cara budidaya yang organik untuk bersaing dengan produk kopi dari belahan dunia lainnya.
“Petani kopi Gayo harus punya cara sendiri dan konsisten dengan budidaya kopi yang organik, terus terang saya tidak temukan ada petani kopi di negara lain yang menjemur kopi di halaman rumahnya,” kata Marek sebelum meninggalkan Takengon menuju Banda Aceh, Sabtu, 21 November 2015.
Didukung dengan lansekap yang mendukung dan bersabukkan kabut, menurut Marek potensi yang sangat besar tidak hanya kopi sebagai produk tapi juga wisata kopi.
Tim SCAE berada di dataran tinggi Gayo selama 5 hari sejak 16 November 2015 dan mengunjungi kebun pembibitan kopi, kebun Kopi warga, prosesing kopi hingga minum di warung kopi.
Kedatangan SCAE ke Aceh merupakan kunjungan balasan setelah Pemerintah Aceh yang terdiri dari beberapa pejabat Badan Investasi dan Promosi Aceh, Bupati Aceh Tengah Nasaruddin, Bupati Bener Meriah Ruslan Abdul Gani serta beberapa eksportir memenuhi undangan SCAE pada ekspo kopi dunia yang berlangsung di Gothenburg, Swedia pada pertengahan Juni 2015 lalu.[]
