Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW rutin dirayakan oleh masyarakat Aceh setiap tahun. Selain tradisi, perayaan Maulid juga kerap dijadikan ajang silaturahmi antargampong (kampung dalam bahasa Aceh).
Perayaan Maulid Nabi di Tanah Serambi Mekah dilakukan bergantian tergantung kesiapan kampung setempat dengan jadwal sekitar 3 bulan, yaitu Rabiul Awal (Maulod Awai), Rabiul Akhir (Maulod Teungoh), dan Jumadil Awal (Maulod Akhe).
Nah, tahun ini, perayaan Maulid Akbar di Aceh berlangsung sejak 24 Desember 2015 hingga pertengahan April 2016 mendatang. Inilah masa perayaan Maulid Nabi Muhammad terlama di Tanah Air.
Jadi, jika Anda berkunjung ke Aceh pada kurun waktu tersebut, Anda dapat ikut merasakan suasana perayaan Maulid Nabi di sana. Acara perayaan Maulid Nabi dimeriahkan masyarakat Aceh dengan gelaran zikir maulid yang dilantunkan oleh santri-santri dan diisi pula dengan aneka perlombaan keagamaan.
Acara puncak kegiatan ini terlihat saat Kenduri Maulid, berupa acara makan bersama di meunasah (masjid kecil di desa-desa), balai pengajian kampung, hingga di kantor-kantor dinas.
Saat Kenduri Maulid digelar, masyarakat bisa menyantap bersama atau membawanya untuk dinikmati di rumah. Dalam acara makan bersama tersebut, didatangkan pula anak-anak yatim sebagai bentuk rasa sosial dan pengamalan sunnah Rasulullah SAW.
Makanan utama yang disajikan dalam perayaan ini adalah kuah belangga, yakni gulai sapi atau kambing, serta sajian kuliner khas Aceh lainnya.