TERKINI
INSPIRASI

Manusia Bisa Mencium Bau Kematian?

Bau khusus ini hanya keluar ketika seseorang sedang sekarat

DREAM Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.3K×

SEBUAH penelitian dari Amerika Serikat mengklaim manusia bisa mencium bau kematian layaknya binatang. Bau ini mengaktifkan sistem paling purba dalam otak manusia, yakni lari atau lawan.

Dr Arnaud Wisman dari University of Kent dan Dr Ilan Shrira dari Arkansas Tech University melakukan penelitian gabungan terkait bau ini. Mereka mengatakan bahwa ada komponen kimiawi khusus yang keluar dari tubuh seseorang ketika sedang menghadapi kematian atau sekarat.

Komponen kimia yang disebut sebagai putrescine tersebut ternyata memiliki bau khusus. Dan bau khusus ini hanya keluar ketika seseorang sedang sekarat atau mendekati kematian, yang jika dicium oleh orang lain akan menyebarkan rasa takut dan ingin melarikan diri.

“Orang mungkin memiliki preferensi berbeda tentang bau yang mereka suka dan tidak sukai. Bau memang bisa memengaruhi emosi dan perilaku kita. Namun penelitian kami membuktikan bahwa bau ternyata juga bisa menyebarkan rasa takut yang berhubungan dengan kematian,” tutur Wisman, dikutip dari Medical Daily, Rabu (21/10/2015).

Binatang mempunyai indra penciuman yang tajam dan dapat mengidentifikasi putrescine lebih baik daripada manusia. Meski begitu, kedua peneliti mengklaim bahwa manusia juga memiliki kemampuan tersebut, meskipun tidak mengetahuinya.

Untuk membuktikannya, Wisman dan Shrira melakukan 4 seri percobaan. Mereka mengekspos partisipan kepada bau putrescine secara sengaja dan tidak sengaja. Reaksi partisipan setelah terekspos putrescine lalu dibandingkan dengan dua bau lain yakni bau ammonia dan bau air (netral).

Hasilnya, dalam keadaan apapun, partisipan yang mencium bau putrescine akan lebih merasa gelisah, cemas dan takut. Reaksi ini tetap terjadi meskipun putrescine disamarkan dengan berbagai bentuk dan tidak diketahui oleh para partisipan.

“Sangat mungkin para partisipan tidak sadar tentang efek putrescine pada perilaku mereka. Sedikit yang tahu soal putrescine dan lebih sedikit lagi yang tahu asosiasinya dengan takut dan kematian,” ungkap Shrira.[] sumber: detik.com

DREAM
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar