BANDA ACEH- Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (RMP-Bakesbangpol dan Linmas) Aceh kembali menerima kunjungan anggota Komite Pengawasan Bersama Union LevelJoint Monitoring Committee (JMC) Myanmar sebanyak orang…
BANDA ACEH- Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (RMP-Bakesbangpol dan Linmas) Aceh kembali menerima kunjungan anggota Komite Pengawasan Bersama Union LevelJoint Monitoring Committee (JMC) Myanmar sebanyak orang di Ruang Memorial Perdamaian, Kesbangpol dan Linmas Aceh, Rabu 16 Maret 2016 kemarin.
Kepala Bakesbangpol dan Linmas Nasir Zalba dalam sambutannya mengapresiasi kunjungan tersebut, dan sekaligus menyampaikan selamat karena Myanmar baru saja menjalani pemilu secara sukses.
Saya sangat mengapresiasikan kunjungan ini, kedatangan rombongan menandakan mereka sangat menghargai Ruang Memorial Perdamaian Badan Kesbangpol dan Linmas Aceh sebagai sarana pengetahuan, pembelajaran, pemahaman Konflik dan proses perdamaian Aceh, kata Nasir Zalba.
Disebutkan pula kehadiran mantan pemberontak Myanmar tersebut sekaligus untuk belajar dan bertukar pikiran antar Negara untuk memahami konflik dan proses perdamaian.
Berkonflik itu sangat tidak baik, banyak kerugian yang diakibatkan. Perdamaian merupakan ujung tombak dari sebuah kemajuan, ujar Nasir dalam sambutannya.
Sebelumnya rombongan yang sama pernah berkunjung ke Ruang Memorial Perdamaian, namun dalam jumlah yang kecil.
Mereka yang dating antara lain organisasi Karen National Union (KNU), Pa-O National Liberation Organization (PNLO), Democratic Karen Benevolent Army (DKBA), 88 Generation and Open Society, Independent Lawyer, All Burma Students Democratic Front (ABSDF), Restoration Council of Shan State (RCSS), Pyidaungsu Institute (PI), Chin National Front (CNF).
Kunjungan tim JMC Myanmar tersebut sekaligus untuk mendapat pengetahuan, pembelajaran dan pemahaman tentang proses perdamaian Aceh; perjalanan, tantangan dan factor yang membuat perdamaian di Aceh bertahan di tengah kendala-kendala yang dihadapi.[](tyb)