TERKINI
EKBIS

Malem Diwa, Minyak Kemiri Khas Aceh yang Bermanfaat untuk Kecantikan

BANDA ACEH -- Kemiri merupakan salah satu komoditas rempah-rempah unggulan yang ada di Aceh. Kabupaten Aceh Tenggara merupakan daerah penghasil kemiri terbesar di Aceh, termasuk…

portalsatu.com Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 3.2K×

BANDA ACEH — Kemiri merupakan salah satu komoditas rempah-rempah unggulan yang ada di Aceh. Kabupaten Aceh Tenggara merupakan daerah penghasil kemiri terbesar di Aceh, termasuk juga Aceh Besar.

Selain menjadi bahan baku utama bumbu masakan, kemiri juga dapat diolah untuk diambil minyaknya. Sudah lama kemiri dipercaya memiliki manfaat untuk kecantikan.

“Minyak kemiri bagus untuk menghitamkan dan melebatkan rambut, juga bisa melembabkan kulit,” kata Zulkifli, pemilik usaha kecil menengah “Malem Diwa” yang memproduksi minyak kemiri kepada portalsatu.com, Kamis, 24 Agustus 2017.

Untuk para pria, minyak kemiri bisa digunakan untuk menyuburkan kumis maupun janggut. Caranya dengan mengoleskan minyak kemiri pada rambut, kumis, atau janggut. Bisa juga untuk memanjangkan dan membuat rambut lebih berkilau.

Sejak 2012 lalu pria asal Gampông Nurul Aman, Seuneuddon, Aceh Utara ini sudah menggeluti usaha minyak kemiri. Ia juga mengelola usaha rumah pangkas dengan nama yang sama di Ulee Kareng, Banda Aceh. Dengan mengolah kemiri menjadi minyak, nilai ekonomisnya menjadi bertambah. 

Setiap bulannya Zulkifli menghabiskan sekitar 50 kilogram bahan baku kemiri yang diolah menjadi minyak. Semua proses, mulai dari membeli bahan baku, menghaluskan, memasak, hingga mengemas produk ia lakukan sendiri. Meski cukup menguras tenaga dan waktu, Zulkifli senang melakoni usahanya tersebut.

“Setelah diolah menghasilkan sekitar 15 kilogram minyak,” kata Zulkifli.

Untuk memudahkan pemasaran produk, Zulkifli mengemasnya dalam botol kecil dengan harga jual yang terjangkau. Minyak kemiri dengan merek Malem Diwa tersebut kemudian ia taruh di toko-toko yang dijual dengan sistem konsinyasi. Untuk yang gelondongan ia menjual seharga Rp500 ribu per kilogram.

Mengolah minyak kemiri, menurut Zulkifli, membutuhkan waktu yang sangat lama. Setelah kemiri dihaluskan dengan mesin, kemudian dimasak hingga delapan jam sampai mengeluarkan minyak seperti yang diharapkan. Warnanya kekuningan.

Belakangan Zulkifli menemukan formula yang lebih efisien sehingga durasi yang dibutuhkan untuk memasak kemiri cukup tiga jam saja.

“Setelah kemiri dihaluskan kemudian diendapkan selama semalam, nanti air endapannya itu yang kita ambil untuk dimasak. Cara ini lebih cepat, namun kualitasnya tetap sama,” kata dia.

Selama ini Zulkifli juga sering mengikuti berbagai pameran produk UMKM untuk meningkatkan promosi dan pemasaran produk. Tertarik mencoba minyak kemiri olahan Zukifli? Datang saja ke tokonya di Lamteh, Ulee Kareng, Banda Aceh.[] (*sar)

portalsatu.com
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar