BANDA ACEH – Keureukon Katibul Wali Nanggroe (KKW) Aceh akan menggelar Malam Penganugerahan Wali Nanggroe untuk lembaga, komunitas, dan pelaku adat dan budaya, di Hall AAC Dayan Dawood, Unsyiah, Banda Aceh, Rabu, 16 Desember 2015, malam.

“Kita akan memberi apresiasi dan penghargaan bagi mukim, komunitas adat dan budaya, dan pelaku adat perseorangan yang sudah menjaga, membangkitkan dan mengembangkan nilai-nilai adat dan budaya Aceh,” ujar Kabag Perencanaan KKW Aceh yang juga Ketua Panitia Anugerah Wali Nanggroe, Oka Nasrullah ditemui portalsatu.com Sekretariat KKW Aceh, Jumat, 11 Desember 2015.

Oka menyebut, pihaknya menyeleksi mukim, komunitas adat dan budaya, dan pelaku adat perseorangan. Dari 23 kabupaten/kota se-Aceh, kata dia, hanya 16 kabupaten/kota yang mengirim perwakilannya. Sementara tujuh kabupaten/kota yaitu Sabang, Banda Aceh, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Barat, dan Nagan Raya, tidak mengirim data profil untuk menjadi peserta even ini.

“Kita pilih mereka yang selama ini menunjukkan dedikasinya dan prestasi dalam menjaga dan melestarikan khazanah budaya Aceh melalui berbagai kegiatan dan kerja kongkrit,” ujar Oka.

Adapun untuk mukim katagori yang dipilih adalah penyelenggara penataan adat, penataan adat dan budaya, pengelolaan sumber daya alam (berbasis keraifan lokal). Katagori komunitas adat dan budaya: pelestari kerajinan dan produk budaya, pelestarian kesenian tradisi, dan pelestarian lingkungan hidup (berbasis kearifan local). Sedangkan katagori pelaku adat, budaya dan perorangan: pengrajin warisan seni dan budaya, penjaga warisan adat dan budaya, pegiat lingkungan hidup (berbasis kearifan lokal).

“Ouput yang sangat diharapkan dari even ini ialah terwujudnya kesadaran dan kepedulian terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat yang berbudaya dan mengunjung tinggi adat istiadat Aceh. Mendorong peran lembaga dan kelompok masyarakat adat untuk menggiatkan pelestarian adat dan budaya local,” kata Oka yang berharap even ini dapat berjalan dua tahun sekali.[]

Laporan Maisarah