LIMA ekor burung yang terdiri dari warna merah, biru dan kuning bertengger di atas ranting. Burung-burung itu tentu saja 'reinkarnasi' dari huruf-huruf yang merangkai logo Google. Di antara burung-burung berparuh besar itu terdapat sebutir telur warna hijau yang sebentar lagi akan menetas. Yap, telur itu tak lain adalah tahun 2016 yang akan hadir dalam hitungan jam. Tampaknya Google ingin mengingatkan pengunjung situs mereka bahwa sebentar lagi akan ada pergantian tahun Masehi.

Kurang dari 24 jam lagi kita akan mengucapkan selamat datang pada tahun 2016. Bagi sebagian kalangan hadirnya tahun baru merupakan sesuatu yang menggembirakan dan disambut dengan penuh suka cita. Lazimnya perayaan tahun baru Masehi dilakukan dengan menyalakan kembang api, meniup terompet dan pesta pora. Berbagai negara di belahan dunia memiliki tempat-tempat khusus yang menjadi pusat perayaan pergantian tahun.

Bagi sebagian kalangan yang lain menilai perayaan tahun baru Masehi merupakan perbuatan yang sia-sia. Khususnya bagi umat Islam, perayaan tahun baru Masehi dinilai bertentangan dengan akidah Islam. Di Provinsi Aceh, pemerintah melalui instansi terkait sudah mewanti-wanti agar umat Islam tidak merayakan malam tahun baru.

Kalender Masehi atau Anno Domini (AD) dalam Bahasa Inggris adalah sebutan untuk penanggalan atau penomoran tahun yang digunakan pada kalender Julian dan Gregorian. Era kalender ini didasarkan pada tahun tradisional yang dihitung sejak kelahiran Yesus dari Nazaret. Dalam kalender Gregorian, New Year's Eve atau Malam Tahun Baru diperingati pada 31 Desember setiap tahunnya. Perayaan umumnya dilakukan pada malam hari yang mencapai puncaknya pada pukul 00:00 untuk menanti tanggal 1 Januari.

Tahun baru pertama kali dirayakan pada 1 Januari 45 SM. Tak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia lantas mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah ada sejak abad ketujuh SM. Dalam membuat kalender baru tersebut, ia dibantu oleh seorang astronom dari Iskandariyah, Sosigenes, yang menyarankan agar kalender baru dibuat dengan mengikuti pergerakan matahari, seperti yang dilakukan orang-orang Mesir.

Orang-orang Romawi mendedikasikan perayaan tahun baru kepada Dewa Janus, yaitu dewa pintu dan semua permulaan. Janus memiliki dua wajah yang menghadap ke belakang dan ke depan. Masing-masing wajah memiliki sepasang mata yang melambangkan tatapan masa depan dan masa lalu. Sebagai filosofi masa depan dan masa lalu, layaknya momen pergantian tahun. Nama Januari, yang mengawali kalender Gregorian tersebut diambil dari nama Janus. Sedangkan festival untuk mengenang Janus dibuat pada 9 Januari yang disebut Agonium.

Menurut kepercayaan orang kristen di Eropa, tahun baru Masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus atau Isa Al-Masih, sehingga kristen disebut juga sebagai agama Masehi. Masa sebelum Yesus lahir disebut tahun Sebelum Masehi (BC-Before Christ) dan sesudah Yesus lahir disebut tahun Masehi.[] dari berbagai sumber