TERKINI
TAK BERKATEGORI

Main Petasan, Rumah Mayor di Kandang Terbakar

LHOKSEUMAWE - Rumah milik Tarmizi, 40 tahun, alias Mayor di Desa Blang Cruem, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe dilaporkan terbakar di ruangan lantai tiga,…

MAULANA AMRI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.3K×

LHOKSEUMAWE – Rumah milik Tarmizi, 40 tahun, alias Mayor di Desa Blang Cruem, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe dilaporkan terbakar di ruangan lantai tiga, Kamis 30 Juni 2016.

Informasi diterima portalsatu.com, rumah tersebut terbakar diduga akibat petasan yang dibakar anaknya dari dalam kamar di lantai tiga. Saat kejadian itu, Tarmizi sedang berada di kantornya. Ia merupakan pegawai Universitas Malikussaleh (unimal).

“Saat kejadian saya tidak berada di rumah, saya sedang di kantor. Keluarga menghubungi saya, mengabarkan rumah saya sudah terbakar. Saya langsung pulang dan melihat kondisi rumah saya di lantai tiga sudah habis terbakar,” kata Tarmizi kepada portalsatu.com, Kamis 30 Juni 2016.

Menurut Tarmizi, kejadian tersebut sekitar pukul 11.30 WIB tadi. Berdasarkan keterangan dari keluarganya yang berada di rumah itu, sumber api dari dalam kamar di lantai tiga. Sebelum peristiwa itu, anaknya bersama teman-temanya sedang bermain mercon/petasan di kamar tersebut.

“Saat itu saya sedang duduk di ruang tamu bersama keluarga lainnya, tiba-tiba melihat ada asap di bagian dalam rumah. Awalnya saya mengira asap tersebut orang bakar sampah. Setelah mengecek ternyata asap dari  kamar lantai tiga rumah,” sebut salah seorang keluarga Tarmizi.

Melihat hal itu tanpa pikir panjang, pihak keluarga langsung melarikan anak-anaknya keluar rumah, sambil berteriak “kebakaran-kebakaran”. Setelah itu warga setempat menghubungi pemadam kebakaran, dan berusaha menyelamatkan barang-barang yang ada dalam rumah dan ikut memadamkan api yang terus melahap rumahnya.

Sementara itu, Samsul Bahri, Ketua Tagana Kota Lhokseumawe kepada portalsatu.com mengatakan ada lima mobil pemadam kebakaran yang datang untuk memadamkan api di lantai tiga rumah tersebut.

Samsul menyebutkan semua isi ruangan lantai tiga rumah itu hangus. “Kita imbau kepada para orang tua untuk lebih berhati-hati lagi menjaga serta mengawasi anak-anaknya. Apalagi main petasan tanpa ada pengawasan, itu sangat berbahaya,” katanya.

Menurut Samsul, imbauan tersebut ia sampaikan untuk meminimalisir berbagai kemungkinan dari kelalaian orang tua. “Jangan sayang anak beli petasan, tapi tidak memantau, jika nanti terjadi sesuatu baru menyesal,” pungkas Samsul.[]

MAULANA AMRI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar