BANDA ACEH – Pengurus Museum Aceh dan Museum Tsunami Aceh mengadakan rapat teknis Pameran temporer bertema ''Batu Nisan Aceh – Dan Sumbangannya Bagi Pengetahuan Sejarah Kebudayaan dan Peradaban Islam di Asia Tenggara”, di Museum Tsunami Aceh, Senin 6 Februari 2017.

Pertemuan tersebut lanjutan dari rapat pameran artefak nisan Aceh di tempat yang sama pada Rabu 4 Januari 2017 lalu.

Dalam rapat yang dipimpin kepala Museum Aceh, Junaidah Hasnawati, dan dipandu Koordinator Museum Tsunami Aceh, Almuniza Kamal, tersebut, dinyatakan bahwa Pameran Batu Nisan Aceh akan dilaksanakan pada bulan Mai 2017 selama 6 hari.

“Pameran ini, fokus pada mengenalkan artefak batu nisan Aceh kepada orang Aceh sendiri, terutama generasi muda. Orang Aceh harus mengetahui tentang kekayaan warisan ini. Karenanya, selain pameran, kita juga buat seminar, dan lainnya. Kali ini, fokus kita pada artefak batu nisan Aceh berukir tulisan yang mencatat data sejarah,” kata Almuniza.

Arkeolog Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Dr Husaini Ibrahim, dan Peneliti kebudayaan Islam, Taqiyuddin Muhammad, merupakan dua ahli yang dari luar pengurus museum yang diajak menjadi perumus dan tim ahli pameran yang baru pertama dilaksanan di Aceh tersebut.

Turut hadir para undangan, yaitu beberapa orang pegawai Museum Aceh, Museum Tsunami Aceh, BPCB, dan anggota Mapesa.[]