TERKINI
TRAVEL

Mahasiswi Aceh di Kroasia: Dobar Dan Is A Magic Words

KROASIA negara pecahan Yugoslavia ini awalnya terjadi konflik serupa seperti negara Bosnia, Croatia, Serbia, Montenegro, dan Kosovo yang kemudian merdeka pada tahun 1991. Sebagian besar…

ISKANDAR NORMAN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.9K×

KROASIA negara pecahan Yugoslavia ini awalnya terjadi konflik serupa seperti negara Bosnia, Croatia, Serbia, Montenegro, dan Kosovo yang kemudian merdeka pada tahun 1991. Sebagian besar negara berbentuk bulan sabit ini sensitif dengan muslim meskipun Bosnia mayoritas muslim. 

“Sebenarnya ada orang Bosnia dan Serbia yang tinggal di Kroasia, juga sebaliknya. Di Kroasia ini ada sekitar satu persen komunitas muslim dari total penduduknya. Hanya saja mereka tidak pakai jilbab untuk perempuannya,” kata Manna Wassalwa akrab disapa Wawa saat ngobrol dengan portalsatu.com via BBM Sabtu, 28 November 2015, malam.

Dikarenakan perempuan disana tak berhijab, tidak terlihat asing sama warga lainnya. Manna Wassalwa, mahasiswi asal Aceh ini mengakui waktu mereka tiba disana dengan menggunakan jilbab otomatis terlihat asing bagi mereka. Terlebih bagi orang tua atau yang jarang melirik media.

Biasanya, ibukota Zagreb ini masyarakat yang pakai jilbab adalah kalangan orangtua. “Anak muda baru pakai jilbab kalau sudah di masjid untuk salat,” ujar Wawa.

Awalnya, berada di bumi Eropa bagi Wawa merasa canggung karena setiap jalan di luar semua mata tertuju pada Wawa dan dua teman lainnya yang juga dari Aceh dan satu dari Pekan Baru.

“Beberapa melihat dengan muka menyenangkan. Tetapi yang bikin lebih canggung itu ada beberapa melihatnya dengan wajah starring dan masam gitu,” ujar Wawa.

Namun beruntungnya, sebulan pertama saat tiba disana Wawa dan teman-teman diwajibkan untuk mengikuti kursus bahasa Kroasia.

“Dengan bekal bahasa yang “lagee kameng jak lam batee” Wawa memberanikan diri untuk menyapa orang-orang disini,” ujarnya.

Hal pertama yang begitu terkesan bagi mereka adalah ketika orang-orang memandang mereka dengan raut aneh sambil mengernyitkan dahi ketika nekat disapa dengan kata ‘Dobar Dan’ yang bermakna selamat siang seketika raut senyum merekah dan ceria tergambar di wajah mereka.

“Dengan suara yang renyah dan senyum yang hangat mereka membalas sapaan kami dengan ‘Dobar Dan Slatko' (Selamat siang yang manis) atau ‘Dobar Dan Lijepo (Selamat siang yang indah),” ujar mahasiswi FKIP Biologi Unsyiah ini.

Wawa mengakui, kalau sudah situasinya demikian rasanya mood positif bagaikan thermometer dari kulkas direndam ke air hangat.

“Jadi kalau jalan di Kroasia jangan segan-segan sapa aja setiap org dijalan walaupun sambil berlalu mereka pasti akan balas sapaan kita ckckck,” ujar Wawa sumringah.[]

ISKANDAR NORMAN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar