BANDA ACEH – Massa yang menamakan diri Aliasi Mahasiswa Unsyiah, melakuan aksi di depan gedung rektorat kampus tersebut di Darussalam, Banda Aceh, Senin, 12 Oktober 2015. Massa meminta polisi yang ada di depan gedung rektorat untuk pergi. 

Aksi ini merupakan sikap mahasiswa untuk menolak keputusan Rektor yang memberikan sanksi skorsing terhadap 10 orang mahasiswa, terkait kegiatan silaturahmi mahasiswa baru yang dinilai otoriter. Awalnya, mahasiswa berkumpul dan mulai meneriakkan yel yel sejak berada di samping Masjid Jami' dan konvoi keliling Kampus Unsyiah sebelum menuju gedung Rektorat. 

Aksi ini turut mendapat pengawalan dari petugas keamanan Unsyiah dibantu oleh personil polisi. Pengamanan yang dilakukan oleh polisi ini turut mendapat protes dari mahasiswa Unsyiah. 

“Lihat, di samping kita ada aparat polisi yang seharusnya tidak ada di kampus,” ujar salah satu demonstran melalui pengeras suara dan diikuti dengan teriakan mahasisa lain. “Usir polisi sekarag juga,” kata mahasiswa lain secara serentak.

Sampai sekarang mahasiswa terus berorasi di depan gedung rektorat dam meminta rektor untuk turun dari jabatannya.

“Sanksi skors tidak mendidik, UKTB yang sangat mahal, apakah itu adil teman-teman, revolusi sampai mati,” kata orator yang diikuti massa.[](bna)