TERKINI
NEWS

Mahasiswa Unimal Desak Bupati Aceh Utara Jumpai Demonstran

“Peng rakyat untuk pembangunan rakyat. Kon untuk blo moto pejabat,” kata Rozy.

MAULANA AMRI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 944×

LHOKSEUMAWE – Mahasiswa Universitas Malikussaleh mendesak masuk untuk menemui Bupati Aceh Utara dalam aksinya di kantor pemerintah kabupaten setempat, Kamis, 26 November 2015. Aksi ini merupakan reaksi para mahasiswa yang kesal dengan adanya anggaran Rp5,7 miliar untuk pembelian mobil dinas legislatif dan eksekutif Aceh Utara dalam APBK Perubahan 2015.

Keinginan mahasiswa yang mencoba masuk ke kantor Bupati Aceh Utara dihalang-halangi oleh puluhan personil Satpol PP dan Polres Lhokseumawe. Mahasiswa yang terus menuntut pembatalan pengadaan mobil dinas baru ini kemudian dijumpai oleh Kepala DPKKD Aceh Utara, Muhammad Nasir.

Namun mahasiswa tidak menginginkan Muhammad Nasir. Mereka terus meminta Bupati, Wakil Bupati atau Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara yang hadir menjumpai massa. “Mereka pengambil kebijakan, bukan orang lain,” teriak mahasiswa.

Presiden BEM Unimal, Rozy Noval dalam orasinya mengatakan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh Utara secara gentlemen menjumpai mahasiswa dan mengajak mereka audiensi. Para dewan disebutkan juga sepakat duduk kembali dengan pimpinan untuk merasionalkan anggaran Rp5,7 miliar tersebut. 

“Peng rakyat untuk pembangunan rakyat. Kon untuk blo moto pejabat,” kata Rozy.

Data yang diperoleh dari mahasiswa diketahui anggaran senilai Rp5,7 miliar dikucurkan untuk membeli mobil dinas para pejabat. Sebanyak Rp2 miliar dianggarkan untuk pembelian 10 unit mobil yang dipergunakan sebagai Alat Kelengkapan Dewan. Sementara Rp3,7 miliar bakal dipergunakan untuk membeli mobil baru keperluan dua kepala dinas, dua kepala bagian, dua camat, satu kepala badan, dan dua instansi vertikal.

Massa yang berasal dari Unimal ini mengaku akan terus menggelar aksi hingga pengambil kebijakan mau menemui mereka. Tentunya massa berharap pemerintah setempat membatalkan anggaran pembelian mobil senilai Rp5,7 miliar untuk dialihkan kepada program pro-rakyat.[]

MAULANA AMRI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar