LHOKSEUMAWE Mahasiswa Universitas Malikussaleh mendesak masuk untuk menemui Bupati Aceh Utara dalam aksinya di kantor pemerintah kabupaten setempat, Kamis, 26 November 2015. Aksi ini merupakan reaksi para mahasiswa yang kesal dengan adanya anggaran Rp5,7 miliar untuk pembelian mobil dinas legislatif dan eksekutif Aceh Utara dalam APBK Perubahan 2015.
Keinginan mahasiswa yang mencoba masuk ke kantor Bupati Aceh Utara dihalang-halangi oleh puluhan personil Satpol PP dan Polres Lhokseumawe. Mahasiswa yang terus menuntut pembatalan pengadaan mobil dinas baru ini kemudian dijumpai oleh Kepala DPKKD Aceh Utara, Muhammad Nasir.
Namun mahasiswa tidak menginginkan Muhammad Nasir. Mereka terus meminta Bupati, Wakil Bupati atau Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara yang hadir menjumpai massa. Mereka pengambil kebijakan, bukan orang lain, teriak mahasiswa.
Presiden BEM Unimal, Rozy Noval dalam orasinya mengatakan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh Utara secara gentlemen menjumpai mahasiswa dan mengajak mereka audiensi. Para dewan disebutkan juga sepakat duduk kembali dengan pimpinan untuk merasionalkan anggaran Rp5,7 miliar tersebut.