BANDA ACEH – Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Sayed Fuadi Fajar R, mengatakan, pergerakan mahasiswa sudah mulai berkurang lantaran ada sikap saling tidak percaya antar sesama.
“Sering salah paham,” kata Sayed dalam diskusi Lintas Aktivis Mahasisa yang diselengarakan Jaringan Mahasiswa Kota (JMK), di Banda Aceh, Minggu, 29 November 2015.
Sayed mengatakan pergerakan mahasiswa saat ini tidak dilakukan secara kolektif dalam mengawal sebuah isu. Namun mahasiswa sekarang begerak sendiri-sendiri dan sangat berbeda dengan zaman dulu.
“Dulu sifat kolektifitas mahasiswa (mengawal isu) sangat tinggi,” katanya.
Ia juga menjelaskan, sifat saling tidak percaya antar mahasiswa itu pernah dirasakan ketika melakukan aksi demonstrasi. Berbagai pihak menyebut aksi mereka diboncengi kepentingan kelompok tertentu, padahal apa yang dilakukan demi kepentingan orang banyak.
“Ketika (dalam aksi) kami mengibarkan bendera Aceh, kami langsung dituduh diboncengi kepentingan,” katanya.