BANDA ACEH – Puluhan Mahasiswa Universitas Syiah kuala (Unsyiah) yang awalnya berorasi di depan kantor DPR Aceh langsung memaksa masuk ke ruang gedung DPR Aceh untuk bertemu pimpinan DPR Aceh, Selasa 17 Mei 2016.
Mahasiswa sempat meneriaki Pimpinan DPR Aceh untuk menemui puluhan mahasiswa tersebut, setengah jam menunggu barulah Perwakilan dari DPR Aceh T Irwan Djohan beserta ketua komisi I Abdullah Saleh dan wakil ketua Azhari Cage berkomunikasi dengan para Mahasiswa yang berteriak di ruangan tersebut.
Dalam kesempatan itu ketua DPR Aceh T Irwan Djohan berterima kasih atas kedatangan Mahasiswa yang terus memperjuangkan aspirasi rakyat karna seperti pernyataannya di media yang mengaku siap menerima siap saja untuk berdiskusi untuk membahas permasalah Anggaran tersebut.
Dia juga menjelaskan statmennya yang terpaksa menghentikan seluruh kegiatan pembahasan rancangan qanun (Raqan) Tahun 2016 jika memang anggaran perubahan qanun tidak mencukupi.
“Bagaimana mungkin jika kita mengharapkan kinerja DPR Aceh supaya mencapai target perampungan qanun tersebut tanpa menfasilitasi dan memberi sarana dalam pengerjaannya,” kata Irwan Djohan.
Menurutnya yang menjadi masalah pada tahun 2016 ini dikarenakan minimnya anggaran untuk perampungan qanun yang sedang dikerjakan, karena kalau sudah memasuki bulan 10 sudah tidak akan selesai qanunnya.
Perihal masalah data anggaran perjalanan dinas yang dipertanyakan alangkah baiknya pihak DPR Aceh dan mahasiswa membuka forum guna membahas berapa sebenarnya anggaran yang dibutuhkan. Dia juga menambahkan perihal penambahan anggaran itu bukan untuk reses,keluar negri dan bertamasya apalagi memasukan uang rakyat ke kantong pribadi seperti yang diorasikan mahasiswa, akan tetapi anggaran tersebut dipakai untuk pembahaasan qanun,” tambah Irwan Djohan.