LHOKSEUMAWE – Puluhan mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) kembali berdemo di Kantor DPRK Aceh Utara, Jalan Nyak Adam Kamil, Lhokseumawe, Rabu, 2 Desember 2015. Aksi tersebut masih tetap menuntut legislatif dan eksekutif membatalkan anggaran Rp5,7 miliar untuk pembelian mobil dinas. Mahasiswa minta dana yang dialokasikan dalam APBK-P 2015 itu dialihkan kepada program prorakyat.
Pantauan portalsatu.com, para mahasiswa tiba di Kantor DPRK setempat sekitar pukul 11.30 WIB. Mereka langsung melakukan orasi di depan pintu masuk kantor dewan dengan pengamanan ketat personil Polres Lhokseumawe.
“Legislatif belum mampu menjawab permasalahan yang kami minta, kenapa hari ini pihak legislatif belum mencoret anggaran 5,7 miliar
tersebut. Ada apa dengan dua lembaga ini (legislatif dan eksekutif),” kata Zahri, Wakil Presiden BEM Unimal dalam orasinya.
“Kami meminta dengan tegas agar pihak dewan membatalkan anggaran 5,7 miliar untuk pembelian mobil dinas anggota
dewan dan pejabat eksekutif,” teriak Zahri.
Zahri menjelaskan, anggaran senilai Rp5,7 miliar itu tidak efektif jika digunakan hanya untuk pembelian mobil saja. Kata dia, saat ini rakyat sangat membutuhkan anggaran tersebut, apalagi memasuki bulan Desember pastinya Aceh Utara “langganan” banjir. “Seharusnya diperuntukkan untuk memaksimalkan penanggulangan banjir, bukan membeli mobil dinas dengan jumlah anggaran sebanyak itu,” katanya.
“Rakyat masih lapar, rakyat sengsara, seharusnya untuk rakyatlah anggaran itu diperuntukkan,” ujar Zahri lagi.[] (*sar)