BANDA ACEH – Sektor perekonomian Aceh terkesan jalan di tempat. Padahal Aceh memiliki anggaran yang besar dengan dana otonomi khusus melimpah.
Demikian disampaikan Presiden Mahasiswa Unsyiah, Hasrizal, saat ditemui di Darussalam, Banda Aceh, Rabu, 23 Maret 2016. Ada yang salah dengan kebijakan Aceh, ketika anggaran besar tapi rakyat tidak sejahtera dan perekonomian lambat, ujarnya.
Pernyataan Hasrizal dibenarkan oleh Said Fuadi, Presma UIN Ar Raniry. Ditemui secara terpisah, Said Fuadi menyebutkan Pemerintah Aceh salah fokus.
“Seharusnya Pemerintah Aceh lebih fokus pada bidang pertanian dan wirausaha karena kedua sektor ini dominan jadi mata pencaharian masyarakat Aceh, katanya.
Sebelumnya diberitakan, Direktur Aceh Judicial Monitoring Institute (AJMI), Agusta Mukhtar, menilai Pemerintahan Aceh di masa kepemimpinan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf (ZIKIR) belum juga menunjukkan hasil yang memuaskan menjelang lima tahun kepemerintahannya. Fakta kinerja Pemerintahan ZIKIR justru lebih banyak terlihat dan fokus untuk kepentingan dan agenda-agenda partai politik maupun kelompok tertentu, sehingga agenda-agenda untuk kesejahteraan masyarakat terkesan sengaja diabaikan.