TERKINI
HEALTH

Madrasah Ramadhan Melahirkan Insan Kamil

Sangat banyak kelebihan dan fadhilah yang di kandung dalam bulan Ramadhan. Kita sebagai umat nabi Muhammad Saw berusaha untuk dapat meraih kelebihan dan fadhilah bulan…

HELMI SUARDI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 4 menit
SUDAH DIBACA 951×

Sangat banyak kelebihan dan fadhilah yang di kandung dalam bulan Ramadhan. Kita sebagai umat nabi Muhammad Saw berusaha untuk dapat meraih kelebihan dan fadhilah bulan tersebut. Salah satunya di antara keutamaan bulan Ramadhan adalah apa yang dijelaskan oleh Nabi Saw sebagaimana yang di sebutkan dalam hadist shahihain. Di sebutkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa baginda nabi bersabda: “Jika bulan Ramadhan tiba, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu” (HR. Bukhari no. 1898, 1899 dan Muslim no. 1079)

Dalam merealisasi ibadah sepenuhnya, juga Allah menjadikan pada bulan Ramadhan itu sebagai bulan untuk membelunggu para musuh anak adam yang bernama setan. Kita mengetahui dan memaklumi  bahwa sang musuh bebuyutan manusia itu tidak mampu untuk menggoda dan menyesatkan manusia, menjerumuskan manusia dalam kemaksiatan, atau memalingkan manusia dari amal kebaikan dan amalan shalih lainnya. tentu  saja setan dan serdadunya pada bulan selain Ramadhan mampu mengggoda anak adam dan bulan ini mereka akan di belenggu.

Kita harus mampu menghayati dan mengambil ibrah (pelajaran) dengan  di belunggunya setan sebagai salah “musuh”  kita di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini dari melakukan berbagai hal yang mungkar dan tercela, ini sungguh merupakan sebuah rahmat untuk umat nabi Muhammad Saw, sehingga kita pun memiliki kesempatan untuk mengerjakan berbagai amal kebaikan dan meminta ampun untuk di hapus segala dosa dan kesalahan.

Dalam menyambut bulan Ramadhan sering kita memfokuskan diri hanya mempersiapkan kebutuhan material dan sejenisnya. Namun  jarang persiapan dengan penekan ke arah spiritual baik berupa ilmu dan hal lainnya yang  menunjang untuk kesempurnaan berbagai macam  ibadah di bulan Ramadhan. Dalam hal ini kita harus meneladani baginda Raulullah Saw dalam menyambut Syahrul Mubarak tersebut.

Rasulullah telah memberikan nasehat dan pesan kepada para sahabat untuk  menyiapkan diri semaksimal mungkin dalam menyambut bulan mulia dan berkah itu dan terlebih utamanya dengan mengisinya  bulan Ramadhan dengan amal ibadah. Merespon ini, terdapat sebuah hadist yang  diriwayatkan oleh Salman Al-Farisi berisikan pesan dan ceramah Rasulullah di harapan para sahabat tepatnya di akhir Sya’ban, beliau bersabda,“Wahai umat manusia, barangsiapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini (Ramadhan) ia akan berhasil melewati Shirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.

Barangsiapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dibawah kekuasaannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, maka Allah akan meringankan pemeriksaannya pada hari kiamat. Barangsiapa yang menahan diri dari kejahatan di bulan ini, maka Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa yang memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada saat berjumpa denga-Nya. Barangsiapa yang selalu menyambungkan silaturrahim (persaudaraan) di bulan ini, maka Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Dan barangsiapa yang memutuskan silaturrahim (persaudaraan) di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.”

Berdasarkan hadist di atas sangat banyak pesan moral dan hikmah yang dapat di petik dari pesan baginda nabi Muhammad Saw seputaran menyambut dan mengamalkan ibadah di bulan Ramadhan yang dikutip di atas, diantaranya dengan  ibadah puasa Ramadhan dalam melahirkan dan membentuk sikap dan perilaku kita sebagai insan sosial seperti  melahirkan sikap sabar, dapat merasakan apa yang di rasakan oleh orang lain saat tidak ada bekal dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, disiplin, peduli kepada sesama manusia, memperkuat ukhuwah dan  silaturrahim dalam masyarakat, beraklakul karimah (berakhlak yang terpuji) dan banyak prilaku serta sifat-sifat positif lainnya yang banyak yang kian hari makin rapuh dan hilang dalam keseharian masyarakat kita.

Selama di madrasah Ramadhan kita di tuntut untuk menerpa diri menjadi insan kamil, tentunya dengan lahirnya prilaku dan sifat-sifat positif inilah akan melahirkan sosok pribadi yang akan mendapatkan prestasi “istimewa” dengan gelar Muttaqin (orang-orang yang bertaqwa). Mendali emas yang bernama“muttaqien” inilah  yang merupakan hasil akhir yang lahir dari “Madrasah Ramadhan”. Tugas kita sejauh mana kesungguhan dan jihad  dalam mengisi dan menjadikan bulan tersebut sebagai sarana untuk meningkatkan amal ibadah baik dalam dimensi vertical dan horizontal serta terus mengintropeksi diri untuk mentazkiyah an-nafsi (memberisihkan Jiwa) dan tazkiyah al-qalb (mensucikan hati).

Harapan kita semoga pasca Ramadhan kita tetap menjadi manusia yang muttaqien, jangan hanya musiman saja menjadi “insan kamil”namun pasca Ramadhan kita sudah melepaskan diri dengan pakaian yang muliatersebut. Kalau ini yang terjadi mendali emas kita “muttaqien” hanya symbol saja tanpa istiqamah hingga Ramadhan selanjutnya. Hanya doa yang dapat kita panjatkan sehingga kita menjadi insan kamil sepanjang hayat hatta menjumpai sang khalik nantinya.[]

HELMI SUARDI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar