TERKINI
NEWS

MAA Gelar Lomba Dikee Aceh Selama Tiga Malam

BANDA ACEH - Majelis Adat Aceh (MAA) Banda Aceh menggelar perlombaan dikee (zikir) Aceh di halaman Masjid Tgk Di Anjong, Gampong Peulanggahan, Banda Aceh, selama…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 798×

BANDA ACEH – Majelis Adat Aceh (MAA) Banda Aceh menggelar perlombaan dikee (zikir) Aceh di halaman Masjid Tgk Di Anjong, Gampong Peulanggahan, Banda Aceh, selama tiga malam sejak Rabu, 26 April 2017. Perlombaan ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin. 

Dalam sambutannya, Zainal Arifin menyebutkan Dikee Aceh melalui lantunan syair-syairnya, mengusung pesan yang sangat kental dengan nasehat, ajakan-ajakan untuk kebaikan, dan semangat perjuangan. Menurutnya dikee sudah akrab di telinga orang Aceh, saat dininabobokan oleh ibunya semasa kecil. Dia mengatakan tidak ada syair cengeng dalam dikee Aceh.

“Namun mengapa Dikee Aceh kini semakin terpinggirkan? Hal ini tidak terlepas dari masuknya budaya-budaya luar yang begitu masif, baik melalui televisi, internet, hingga media sosial yang saat ini di era serba IT mudah sekali diakses oleh anak-anak kita lewat smartphone-nya,” katanya.

Menurutnya, seni budaya islami seperti Dikee Aceh warisan endatu ini harus tetap dipertahankan. Menurutnya dikee sangat bermanfaat bagi generasi muda. 
“Mempertahankan budaya endatu bukan berarti kita kampungan atau terbelakang, malah semakin dapat menambah khazanah budaya islami yang pada akhirnya semakin mendekatkan kita dengan Allah SWT. Semoga dengan adanya kegiatan ini yang sudah menjadi agenda rutin MAA, dapat menginspirasi kita semua untuk melestarikan budaya islami di gampong kita masing-masing. Kalo bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan seni budaya kita sendiri,” katanya pada acara yang dihadiri oleh ratusan warga kota tersebut.

Sebelumnya, di tempat yang sama, Ketua MAA Banda Aceh, Sanusi Husen, menyampaikan maksud dan tujuan perlombaan Dikee Aceh ini untuk meningkatkan  syiar Islam sekaligus menghidupkan kembali kearifan lokal di tengah-tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda.
 
“Kami sangat mengharapkan pada saatnya nanti, di setiap meunasah atau masjid gampong yang ada di Banda Aceh bisa berkumandang Dikee Aceh maupun Dalail Khairat pada malam-malam tertentu, misalnya pada malam minggu atau jumat. Untuk itu, kami juga berharap dukungan penuh dari Pemko Banda Aceh.”

Sementara hadiah bagi para pemenang, Sanusi menyebutkan pihaknya telah menyediakan sejumlah dana pembinaan plus piala tetap dan piala bergilir. 

“Juara I berhak atas dana pembinaan Rp5 juta plus trofi, Juara II Rp4 juta plus trofi, dan Juara III mendapatkan Rp3 juta plus trofi. Kepada yang belum menang, kami juga akan memberikan dana pembinaan masing-masing Rp1 juta. Semoga tahun depan, event ini dapat kita gelar lebih besar dengan peserta yang lebih banyak lagi,” katanya.[]

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar