TERKINI
NEWS

LP3M adakan Raker Unit Kerja Internal

BANDA ACEH - Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Syiah Kuala melaksanakan rapat kerja (Raker) internal dengan lima pusat di bawah lembaga ini.…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 367×

BANDA ACEH – Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Syiah Kuala melaksanakan rapat kerja (Raker) internal dengan lima pusat di bawah lembaga ini. Setiap pusat memaparkan program yang telah dan akan dilakukan. Raker ini dilaksanakan di Hotel Oasis, Senin, 3 Januari 2017 selama satu hari.

Acara Raker dibuka oleh ketua LP3M, Dr. Ir. Marwan. Dalam sambutannya, Marwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh ketua pusat dan administrasi beserta anggota terhadap kinerja yang telah dilakukan dan akan dilakukan.

“Kami menyampaikan apresisasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh ketua dan anggota tim. Apa yang kita lakukan hari ini merumuskan target rapat kerja. Hasil hari ini akan di rakerkan pada tingkat Unsyiah tanggal 16-17 Januari 2017. Mudah-mudahan apa yang telah kita lakukan bisa kita pertanggung jawabkan,” ungkapnya.

Prof. Dr. Mustanir, M.Sc, anggota majelis BAN -PT, memulai presentasi tentang urgensi Sistem Akreditasi Nasional (SAN)-Dikti. Setidaknya, kata dia, ada empat hal yang menjadi urgensi dari SAN-PT di antaranya: Pertama, katanya, terjadi ketidakseimbangan antara pertumbuhan jumlah perguruan tinggai dan mutu; Kedua, terdapat disparitas mutu antara PT wilayah maupun status (negeri dan swasta);  Ketiga, katanya, kerjasama regional dan internasional dalam penyelenggaraan perguruan tinggi dan akreditasi perguruan tinggi; dan keempat, perlunya pemerintah memberikan perlindungan kepada masyarakat dengan regulasi tentang standar dan sistem penjaminan mutu.


Lebih lanjut Prof. Mustanir menyampaikan bahwa Unsyiah perlu menunjukkan keunikannya di antara universitas lain di Indonesia.

“Unsyiah perlu menampilkan keunikannya di antara universitas yang ada di Indonesia. Salah satu yang mungkin dilakukan adalah dengan memunculkan program pendamping ijazah yang di dalamnya bisa dimasukkan item standarkemampuan mengaji bagi mahasiswa atau alumni,” katanya. 

Mustanir menambahkan kalau kemampuan ini bisa dimasukkan dalam komponen non akademik. Selain dari itu, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan organisasi dan sosial kemasyarakatan juga dihargai sebagai komponen pendampingan ijazah.
 
Dalam siaran pers disebutkan, hadir di Raker ini, ketua LP3M, Dr. Ir. Marwan; Sekretaris LP3M, Dr. Syahrun Nur, S.Si, M.Sc; Prof. Dr. Mustanir, M.Sc, Majelis BAN-PT. Ketua LP3M membuka dan menutup Raker ini di sore hari.[]

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar