BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Mata Ie, Aceh, selalu memonitoring sirine peringatan tsunami setiap tanggal 26, tiap bulannya. Namun BMKG Mata Ie tidak pernah membunyikan loudspeaker sirine tsunami tersebut.
Kepala BMKG Stasiun Mata Ie, Erida, mengatakan hingga sekarang sirine peringatan tsunami tersebut masih aktif dan berfungsi dengan baik. Pihaknya juga telah menempatkan beberapa steak sirine tsunami di beberapa lokasi di kawasan Banda Aceh untuk mengingatkan masyarakat.
Lokasi steak sirine ada di Lam Awe, Lhok Nga, Lampulo, di jalan Ulee Lheue, Kantor Gubernur dan Kajhu. Semuanya ada enam tempat, katanya kepada portalsatu.com, Kamis, 10 Desember 2015.
Erida mengatakan jangkauan suara sirine tersebut mencapai 2 Kilometer dari steak-nya. Jarak ini diketahui saat Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melakukan simulasi pada Oktober 2014 lalu.
Kalau sekarang kami tidak tahu sejauh mana suara itu terdengar, karena kami hanya memonitoring loudspeakernya saja tanpa membunyikannya. BPBA melarang menghidupkan bunyinya karena takut warga panik, jadi kami hanya mengecek apa loudspeakernya masih hidup, baterainya, dan lainnya, jika ada kerusakan, akan segera diperbaiki, katanya.