TERKINI
TAK BERKATEGORI

Loudspeaker Sirine Tsunami Tidak Pernah Diujicoba, Apa Alasannya?

Aceh menjadi daerah "langganan" gempa pasca-gempa berkekuatan 9,1 Skala Richter (SR) yang diikuti tsunami pada 26 Desember 2004 silam

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 525×

BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Mata Ie, Aceh, selalu memonitoring sirine peringatan tsunami setiap tanggal 26, tiap bulannya. Namun BMKG Mata Ie tidak pernah membunyikan loudspeaker sirine tsunami tersebut.

Kepala BMKG Stasiun Mata Ie, Erida, mengatakan hingga sekarang sirine peringatan tsunami tersebut masih aktif dan berfungsi dengan baik. Pihaknya juga telah menempatkan beberapa steak sirine tsunami di beberapa lokasi di kawasan Banda Aceh untuk mengingatkan masyarakat.

“Lokasi steak sirine ada di Lam Awe, Lhok Nga, Lampulo, di jalan Ulee Lheue, Kantor Gubernur dan Kajhu. Semuanya ada enam tempat,” katanya kepada portalsatu.com, Kamis, 10 Desember 2015.

Erida mengatakan jangkauan suara sirine tersebut mencapai 2 Kilometer dari steak-nya. Jarak ini diketahui saat Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melakukan simulasi pada Oktober 2014 lalu.

“Kalau sekarang kami tidak tahu sejauh mana suara itu terdengar, karena kami hanya memonitoring loudspeakernya saja tanpa membunyikannya. BPBA melarang menghidupkan bunyinya karena takut warga panik, jadi kami hanya mengecek apa loudspeakernya masih hidup, baterainya, dan lainnya, jika ada kerusakan, akan segera diperbaiki,” katanya.

Ia juga menjelaskan BMKG hanya menyediakan fasilitas dan alat serta memberikan informasi secepatnya kepada masyarakat, jika terjadinya gempa. Sementara untuk aktivasi evaluasi pun bukan wewenang mereka.

Seperti diketahui, Aceh menjadi daerah “langganan” gempa pasca-gempa berkekuatan 9,1 Skala Richter (SR) yang diikuti tsunami pada 26 Desember 2004 silam. Gempa tektonik ini terjadi karena pergerakan lempeng bumi. Terlebih, Aceh berada pada jalur pertemuan dua lempeng bumi, yaitu lempeng Indo-Australia dan Eurasia.

Aktivitas gempa meningkat pada November 2015 lalu. Berdasarkan catatan BMKG, setidaknya ada ratusan kali gempa berkekuatan kecil hingga sedang menggoyang Serambi Mekkah.[]

Laporan: Fira Zakya

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar