TAPAKTUAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Selatan sejak Sabtu, 25 Februari 2017 sore hingga malam, mengakibatkan longsor batu besar di kawasan tikungan gunung perbatasan antara Gampong Lhok Bengkuang dengan Gampong Batu Itam, persis di gunung Tugu PKA, Kecamatam Tapaktuan, sekitar pukul 23.00 WIB.
Longsor batu besar di jalan negara lintasan Tapaktuan-Medan, Sumatera Utara tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas beberapa saat pada Sabtu malam. Karena batu gunung berukuran besar yang jatuh ke badan jalan dari sisi gunung menutupi setengah badan jalan.
Petugas kepolisian yang langsung mengamankan lokasi pada Sabtu malam terpaksa harus menerapkan sistem buka tutup ruas jalan untuk menghindari terjadinya macet. Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat dari kedua arah terlihat antre sepanjang sekitar 500 meter di bawah guyuran hujan lebat.
Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK melalui Kapolsek Kota Tapaktuan AKP Mustafa mengatakan, arus transportasi di ruas jalan lintasan nasional Tapaktuan-Medan sudah normal kembali sekitar pukul 24.00 WIB setelah pihaknya meminta bantuan kendaraan alat berat dozer (buldoser) kepada Dinas Pekerjaan Umum Aceh Selatan untuk memindahkan tumpukan batu besar di badan jalan.
“Meskipun masih sistem buka tutup, tapi sekitar pukul 24.00 WIB ruas jalan sudah normal karena sudah bisa dilewati kendaraan semua jenis. Namun, untuk pembersihan keseluruhan tumpukan batu di atas badan jalan, baru bisa dilakukan pada Minggu pagi, karena di samping alat berat dozer yang dikerahkan pada malam ini berukuran kecil sehingga tidak mampu memindahkan batu besar juga faktor hujan deras disertai cuaca gelap,” kata Mustafa.
Pantauan wartawan, Minggu, 26 Februari 2017 pagi, satu unit alat berat dozer berukuran besar yang dikerahkan pihak Dinas Pekerjaan Umum dengan pengawalan beberapa personel Polres Aceh Selatan terlihat sedang memindahkan batu besar di badan jalan.
Sampai berita ini dikirim ke redaksi sekitar pukul 12.20 WIB, para pekerja terlihat masih belum berhasil membersihkan badan jalan yang tertutup batu besar tersebut. Sedangkan untuk memperlancar arus transportasi pihak polisi masih tetap memberlakukan sistem buka tutup.[]