IDI  RAYEK – Ilyas Ismail salah seorang pekerja media di Aceh Timur yang mengikuti survei Partai NasDem untuk Bakal Calon Bupati Aceh Timur Periode 2017-2022, mengatakan, dirinya tidak menjanjikan apapun kepada masyarakat Aceh Timur, karena takut ketika tak dapat ditunaikan.

Sebelumnya Ilyas Ismail salah bakal calon bupati yang mendaftarkan diri ke partai Nasdem untuk disurvei pada beberapa waktu lalu.

“Janji itu utang, setiap kita telah menjanjikan sesuatu, tentunya harus kita tunaikan. Apalagi saya ini hanya baru ikut survei partai NasDem, baru Balon belum jadi Calon. Yang terpenting hari ini adalah membuka wawasan masyarakat Aceh bagaimana berpolitik cerdas, agar pemimpin yang kita pilih nanti benar-benar Pemimpin, bukan pembohong, “ ujar Ilyas Ismail kepadaportalsatu.com, Sabtu 26 Maret 2016.

Katanya, jika masyarakat memilih seorang pemimpin dengan mengaharapkan janji, tetunya kekecewaan akan didapatkan, ketika pemimpin yang dipilih tersebut tidak menunaikan janji yang diucapkan sebelum menjadi pemimpin.

 “Hari ini masyarakat Aceh harus melihat dengan jeli, sosok pemimpin yang dapat membawa perubahan di segala sektor, sosok pemimpin yang memikirkan kepentingan orang banyak, sosok pemimpin yang mampu membangun manusia berakhlak mulia, sosok pemimpin yang tidak sombong dan sosok pemimpin seperti Sulthan Iskandar Muda yang mempu membawa kejayaan kerajaan Aceh di mata masyarakat dunia,“ papar putra kelahiran Bagok Aceh Timur atau yang sering disapa Tengku Bagok itu.

Kata Ilyas Ismail, siapa saja yang mendapat kesempatan menjadi pemimpin  nantinya, yang terpenting harus mampu memamfaatkan APBD untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok serta mampu menjalankan syariat Islam yang kaffah.

“Harapan kita Pilkada Aceh ke depan aman, tertip dan sukses dan menjadi momen untuk mencerdaskan masyarakat dalam berpolitik,” ungkap Ilyas Ismail.[](tyb)