LHOKSEUMAWE Setelah kejadian ledakan granat di lorong samping Toko Valentino Racing Cunda di Gampong Uteunkot, Cunda, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, 1 April 2017 lalu,…
LHOKSEUMAWE Setelah kejadian ledakan granat di lorong samping Toko Valentino Racing Cunda di Gampong Uteunkot, Cunda, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, 1 April 2017 lalu, polisi sudah meminta keterangan delapan saksi. Dua di antaranya kepala lorong dan pemilik toko itu.
Saksi ada delapan orang yang sudah kita periksa, termasuk pemilik toko, Devi Sihombing dan kepala lorong (di lokasi kejadian). Tidak ada satu pun dari saksi melihat para pelaku pelempar granat, hanya sebatas mendengar suara ledakan saja, ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Yasir kepada portalsatu.com, Rabu, 5 April 2017.
Menurut Yasir, sampai saat ini pihak kepolisian belum mengetahui motif pelemparan granat tersebut, termasuk kaitannya dengan kejadian penganiyaan dan perusakaan toko itu beberapa pekan sebelumnya.
Namun, kata Yaisr, penyelidikan terus dilakukan termasuk memeriksa keterangan saksi lainnya untuk mengindentifikasi pelaku.
Diberitakan sebelumnya, orang tidak dikenal (OTK) dilaporkan melempar granat di lorong samping toko Ban Valentino Racing, Utuenkot, Cunda, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Sabtu, 1 April 2017, sekitar pukul 06.00 WIB. Lokasi kejadian itu sekitar 100 meter arah barat Pos Lantas Cunda.
Waktu saya terbangun karena terdengar suara ledakan keras dari arah depan toko, saya lihat dari lantai dua, ada asap. Anak buah saya yang bekerja di toko juga terbangun karena suara itu, tapi tidak tahu ledakan karena apa, ujar Devi Sihombing, pemilik took itu kepada portalsatu.com.
Saksi lain, Ilham, 23 tahun, warga yang tinggal di seberang jalan dekat Pos Lantas Cunda juga mengaku waktu itu mendengar suara ledakan keras. Namun, ia tidak tahu lokasi kejadian, karena saat itu dirinya masih di rumah. (Baca: OTK Lempar Granat di Samping Toko Ban Valentino Racing Cunda)[]