LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota Lhokseumawe akan memindahkan lapangan upacara ke Gampong Meunasah Blang, Kemukiman Kandang, Kecamatan Muara Dua. Lapangan di Kandang itu akan difungsikan mulai 2017.

Selama ini Pemko Lhokseumawe menggelar upacara pengibaran bendera memperingati hari-hari besar nasional seperti 17 Agustus (HUT Kemerdekaan RI) di Lapangan Hiraq, tepat di jantung kota ini. Lapangan Hiraq menjadi tempat pelaksanaan upacara sejak Lhokseumawe masih menjadi Ibukota Kabupaten Aceh Utara.

Lapangan Hiraq yang berada di muka gedung DPRK Aceh Utara dan depan Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe selama ini juga difungsikan untuk lokasi manasik haji dan berbagai kegiatan sosial lainnya, juga menjadi arena kampanye pemilu (pemilihan legislatif, pemilihan presiden dan pemilihan kepala daerah). Sampai saat ini Lapangan Hiraq masih berfungsi sebagai tempat bermain anak-anak, sore hingga malam, dan kegiatan olahraga pelajar maupun masyarakat.

Tidak lama lagi, Lapangan Hiraq sebagai lapangan upacara tinggal kenangan lantaran Pemko Lhokseumawe sedang membangun lapangan baru di Kandang.

Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Lhokseumawe Miswar Ibrahim membenarkan lapangan upacara akan dipindahkan ke Kandang. “Lapangan upacara rencananya dipindahkan ke Kandang. Itu memang sudah direncanakan sejak 2014 dan diharapkan 2016 ini bisa berfungsi sebagai lapangan upacara,” kata Miswar menjawab portalsatu.com, Rabu, 1 Juni 2016.

Akan tetapi, Miswar melanjutkan, berdasarkan kenyataan di lapangan, diperkirakan lokasi tersebut baru dapat difungsikan pada 2017. Pasalnya, penataan lapangan di Kandang masih tahap penyelesaian. “Tampaknya belum bisa difungsikan untuk upacara 17 Agustus tahun ini. Jadi, baru bisa diaktifkan lapangan (di Kandang) tersebut mungkin 2017,” ujarnya.

Miswar menyebut Lapangan Hiraq kini menjadi bagian dari halaman Masjid Agung Islamic Center. “Jadi, ketika kita laksanakan upacara di situ, ada kegiatan pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya yang selama ini memang terganggung aktivitasnya. Oleh karena itu dicari solusi alternatif untuk lapangan upacara di tempat lain,” kata Miswar yang juga Asisten III Sekretariat Kota Lhokseumawe.

Mengapa pilihan lokasinya jatuh ke Kandang? “Karena tanahnya di sana agak murah sedikit daripada di (pusat) kota. Di (pusat) kota ini tidak ada lahan yang luas yang bisa digunakan untuk lapangan upacara,” ujar Miswar.

Miswar mengaku tidak mengetahui jumlah anggaran yang telah digelontorkan Pemko Lhokseumawe untuk pengadaan lahan lapangan upacara di Kandang. Ia minta hal itu dikonfirmasi kepada Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Kota Lhokseumawe Haris.

Namun, beberapa kali dihubungi, telpon seluler Haris selalu terdengar nada sibuk. Hingga berita ini ditayangkan, Kabag Pemerintahan itu belum merespon pesan singkat dari portalsatu.com terkait pengadaan lahan lapangan upacara di Kandang.

Data diperoleh portalsatu.com dari Qanun Kota Lhokseumawe tentang APBK 2016, terdapat alokasi anggaran senilai Rp510 juta kegiatan “lanjutan pengadaan tanah untuk perluasan lapangan upacara di Meunasah Blang (Kemukiman Kandang, Kecamatan Muara Dua)”.[] (idg)