LHOKSUKON Banjir yang menimpa masyarakat di Desa Buket Linteung dan Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, pedalaman Aceh Utara bisa ditanggulangi dengan pembangunan tanggul sungai.
Hal itu disampaikan Camat Langkahan, H. M. Jamil Rasyid kepada portalsatu.com, Sabtu 24 Oktober 2015. Menurutnya, Langkahan membutuhkan sekitar 22 kilometer tanggul sungai mulai dari Desa Leubok Pusaka hingga Desa Alue Krak Kaye.
Banjir Langkahan sudah menjadi langganan tahunan saat musim hujan, khususnya saat memasuki bulan Oktober. Satu-satunya cara penanggulangan banjir adalah dengan pembangunan tanggul di terusan Krueng Arakundo tersebut, ujarnya.
Ia menyebutkan, banjir yang menerjang dua desa di Langkahan sudah surut sejak kemarin (Jumat). Banjir itu merupakan kiriman dari Bener Meriah karena curah hujan yang tinggi, sehingga membuat air sungai meluap ke pemukiman warga.
“Saya harap Pemkab Aceh Utara melalui dinas terkait dapat segera membangun tanggul sungai di Langkahan, seperti yang dilakukan di Kecamatan Lhoksukon. Jika itu dilakukan, warga tidak perlu khawatir lagi akan banjir,” katanya.
Dijelaskan, banjir awalnya merendam kawasan Leubok Pusaka, kemudian turun ke Buket Linteung. Kemarin di badan jalan ketinggian air rata-rata 60 meter, sedangkan di kawasan Tanah Merah lebih dari 1 meter.
Belasan warga memang mengungsi, namun belum ada posko pengungsian khusus. Mereka mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Saya akan laporkan ke Dinas Sosial Aceh Utara terkait banjir tersebut, ucap Camat Langkahan.[]

