LHOKSUKON – Puluhan hektar area (Ha) sawah tadah hujan di Kecamatan Cot Girek dan Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara dilanda kekeringan. Kondisi itu mengakibatkan petani gagal panen.
“Di sini tidak ada irigasi. Sejak dulu warga turun ke sawah mengandalkan hujan. Hal itu memang kerap merugikan, mengingat sebulan saja hujan tidak turun maka sawah akan kering kerontang. Seperti halnya saat ini kami gagal tanam,” kata Abdullah, Sekdes Gampong Beurandang Dayah, Kecamatan Cot Girek, saat ditemui portalsatu.com, Rabu, 6 April 2016 petang.
Ditambahkan, saat ini kondisi tanah sawah mulai retak. Padi yang baru disemai juga mulai menguning. Menurutnya, hal serupa juga dialami petani desa tetangga lainnya.
Lihat saja tanah sawah yang retak itu. Bahkan tanaman padi yang baru disemai pun mulai menguning. Mau bagaimana lagi, resiko ini selalu dialami petani setiap tahunnya. Entah sampai kapan desa ini tak ada irigasinya, ujar Abdullah sambil menunjuk sawah yang retak.