BANDA ACEH – Salah seorang anggota Mapesa, Afrizal Hidayat, bersama tim Aceh Dokumentary sedang melakunan pengambilan video dokumenter sejarah di kawasan Lamreh Aceh Besar, dan berhasil menemukan sebuah nisan baru, di kawasan tapak Kerajaan Negeri Lamuri.
Batu nisan khas Kerajaan Negeri Lamuri ini ditemukan di samping makam seorang ulama besar abad ke-15 M, Maulana Qadhi Shadrul Islam Ismail (wafat 852 H/1449 M).
“Dari inskripsi yang terpahat pada nisan ini, timbul sebuah keyakinan bahwa nisan ini juga milik seorang qadhi, mengingat beberapa inskripsi seperti yang terpahat pada dua orang qadhi yang dijumpai sebelumnya, Qadhi Abul Qashim, juga Maulana Qadhi sadrul Islam,” kata Afrizal.
Di antara pahatan tersebut adalah:
“Dan kekallah Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan (Al-Quran surah Ar-Rahman: 26-27).”
Menurut data tahun yang terpahat di beberapa batu yang telah dibaca, Kerajaan Negeri Lamuri merupakan bagian dari persemakmuran Kesultanan Samudera Pasai. Dan, tatkala Kesultanan Samudera Pasai runtuh, turunan raja dari Kerajaan Negeri Lamuri mendirikan Kesultanan Aceh Darussalam.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya pada Ahad, 12 Maret 2017, di rumah dinas (meuligoe) resminya di Banda Aceh, Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan, pemerintah melakukan langkah-langkah untuk mendaftarkan batu nisan Aceh ke UNESCO.
“Kita segera membuat peraturan gubernur (pergub) untuk menyelamatkan batu nisan Aceh yang merupakan warisan dunia Islam,” kata Zaini Abdullah, beberapa waktu lalu.[]
