LHOKSUKON – Ishak M Isa, 49 tahun, warga Gampong Alue Jamok, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, tewas akibat kesetrum listrik di jembatan Singgah Mata, Kecamatan Baktiya Barat, Sabtu, 9 September 2017 sekitar pukul 19.00 WIB. Dalam kejadian itu, satu korban lainnya Jamaluddin, 35 tahun, warga yang sama (Alue Jamok) mengalami trauma dan luka-luka.
Korban merupakan sopir dan kernet truk trado pengangkut alat berat eksavator dengan nomor polisi B 9684 DY, milik CV. Pengusaha Muda.
“Saat truk yang disopiri Ishak melintasi jembatan tersebut, atap eksavator menyentuh kabel listrik milik PT. PLN yang menjuntai agak ke bawah di atas jembatan. Arus listrik tersebut mengalir ke eksavator, sehingga menghanguskan pintu dan ban truk. Akibatnya, sopir kesetrum dan terpental ke bagian tanggul jembatan, sehingga korban meninggal,” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata, melalui Kapolsek Baktiya Barat Iptu Musa.
Iptu Musa mengatakan kernet Jamaluddin melompat ke luar truk sehingga mengalami luka gores di tangan dan trauma. Selang beberapa saat, satu unit mobil milik PT PLN Rayon Pantonlabu tiba di lokasi untuk mengecek kabel listrik tersebut.
“Warga yang emosi langsung membalikkan mobil PLN ke jalan. Korban yang meninggal telah dijemput pihak keluarga di Puskesmas Baktiya Barat,” ujar Iptu Musa.
Sebelumnya, Mawardi, 51 tahun, warga Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, tewas akibat tersetrum listrik di jembatan Singgah Mata, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, Sabtu, 19 Agustus 2017 sekitar pukul 16.45 WIB.
Kala itu, korban mencoba mendorong kabel listrik PT. PLN yang agak menjuntai rendah agar truk pengangkut padi yang dibawanya bisa melintasi jembatan. []