TERKINI
SPORT

Kuala Beukah Bikin Betah, Pengunjung: Bek Le That Icok Peng

IDI RAYEUK - Lebaran terasa kurang lengkap bagi sebagian warga jika tidak memilih liburan, baik bersama keluarga atau teman. Tentu jauh hari lalu sudah direncanakan…

IRMANSYAH D GUCI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 1K×

IDI RAYEUK – Lebaran terasa kurang lengkap bagi sebagian warga jika tidak memilih liburan, baik bersama keluarga atau teman. Tentu jauh hari lalu sudah direncanakan pilihan tempat berliburan. Apalagi di Aceh banyak lokasi wisata yang menawarkan pesona alam. Di Aceh Timur, misalnya, terdapat pantai yang menjadi sasaran kunjungan sebagian besar masyarakat kabupaten setempat untuk menghabiskan masa libur.

Nama pantai itupun terdengar unik. Pantai Kuala Beukah. Pantai ini lumayan panjang dan luas dengan air yang bersih. Pada hari-hari libur pantai ini sering dikunjungi masyarakat Aceh Timur untuk wisata. Para pengunjung dapat berenang, memancing dan berbagai kegiatan seperti di pantai lainnya. Angin yang menghembus pelan dengan ombak Selat Malaka yang beralun lembut membuat pantai ini begitu memesona.

Pantai Kuala Beukah berjarak sekitar 1 kilometer dari pusat kota Peureulak. Lokasinya  bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor, baik roda dua dan roda empat, melalui jalan bawah Jembatan Gampong Beusa, Kecamatan Peureulak Kota, dan hanya membutuhkan waktu 10 sampai 20 menit.

Sekitar 10 tahun lalu, tidak ada yang berani berkunjung ke pantai ini akibat konflik bersenjata melanda wilayah tersebut. Bahkan kawasan itu merupakan zona merah di bagian Aceh Timur kala konflik berkecamuk.

Namun kondisi sekarang berbeda jauh. Masyarakat dari berbagai pelosok gampong tumpah ruah ke pantai ini. Panorama laut dan bibir pantai dihiasi pohon cemara membuat suasana pantai tersebut banyak diminati berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, sampai orang dewasa.

“Daripada jauh keluar daerah lebih baik ke pantai ini. Kita bisa bawa keluarga, tempatnya strategis dan tidak terlalu berisiko untuk anak-anak,” kata Yulianti, warga Kecamatan Peunaron kepada portalsatu.com, Kamis, 7 Juli 2016, sore.

Menurut ibu muda itu, suasana Pantai Kuala Beukah yang masih sangat alami bikin pengunjung betah berlama-lama. Itu sebabnya, ia menyarankan pentingnya peran Pemerintan Kabupaten Aceh Timur untuk melestarikan dan mengembangkan potensi wisata alam.

“Banyak lokasi wisata di Aceh Timur, seperti Kuala Beukah ini, belum jelas juga statusnya, entah dibuka entah tidak untuk umum, karena di pintu masuk pertama pantai ini tertulis ditutup. Ini mana yang jelas, coba pemerintah turun tangan menertibkan,” kata Yulianti.

Nurhayati, warga Kecamatan Ranto Peureulak menilai Kuala Beukah perlu ditata dan dikelola dengan baik menjadi lokasi wisata islami agar menghasilkan nilai tambah bagi Aceh Timur dan membangkitkan perekonomian masyarakat lingkungan objek wisata itu.

Dia juga meminta pengelolaan tiket masuk menuju pantai itu dikelola secara benar. Pasalnya, dia menilai masih banyak pungutan liar di setiap pos pengamanan jika hendak memasuki Pantai Kuala Beukah.

Bek le-le that icok peng, miseu icok bak saboh pinto mantong, nyoe na limong boh pos mandum bayeu, han ek takeurija ciret teuh,” kata Nurhayati seraya tersenyum.[]

IRMANSYAH D GUCI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar