LHOKSUKON – Dua desa di Kecamatan Langkahan, pedalaman Kabupaten Aceh Utara diterjang banjir akibat meluapnya Krueng (Sungai) Arakundo, Kamis 22 Oktober 2015, sore. Sebagian warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi karena ketinggian air sempat mencapai 2,5 meter.

Dua desa itu Leubok Pusaka meliputu Dusun Bidari, Tanah Merah, Teungoh dan Seulemak. Desa Buket Linteung meliputi Dusun Leubok Muku, Teungoh dan Pateng.

“Banjir di sini terjadi akibat maraknya penebangan liar di pedalaman Aceh Utara, Aceh Timur dan Bener Meriah. Sehingga saat curah hujan tinggi, sungai pun meluap,” kata Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Buket Linteung, Muktar via telfon seluler kepada portalsatu.com, Jumat 23 Oktober 2015.

Ia menyebutkan, banjir terjadi sejak kemarin (Kamis) pukul 16.00 WIB, menjelang tengah malam ketinggian air sempat mencapai 2,5 meter di Dusun Pateng. Kemudian air surut pukul 04.00 WIB tadi (Jumat).

“Saat ini warga masih siaga karena ketinggian air mulai naik lagi. Menurut informasi dari warga Sarah Gala, Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, ketinggian air akan terus bertambah pukul 12.00 WIB nanti. Hal itu diperkirakan dari kondisi air sungai di kawasan Sarah Gala,” ujarnya.

Dikatakan Muktar, tadi malam sebagian warga menggunakan sampan untuk melintasi banjir. Demikian juga saat menyelamatkan ternak ke tempat yang lebih tinggi.

“Melihat kondisi banjir yang pasang surut dalam beberapa hari terakhir, kami berharap pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara bisa standby di lokasi. Sehingga saat banjir bertambah, warga bisa segera dievakuasi,” ucapnya.

Muktar merasa kecewa dengan pihak BPBD Aceh Utara yang tidak mersepon permintaan mereka untuk membawa boat dan tenda ke lokasi.

“Semalam kami minta boat dan tenda untuk distanbaikan di lokasi, tapi tidak ada respon. Untuk apa standby di Lhoksukon, sementara banjir di Langkahan,” bebernya.

Sementara itu, Camat Langkahan, H. M. Jamil Rasyid membenarkan tadi malam banjir menerjang Desa Buket Linteng dan Leubok Pusaka. Bahkan dikabarkan ketinggian air dalam rumah warga ada yang mencapai 1,5 meter.

“Informasi yang saya terima saat ini sudah surut. Namun demikian saya sedang dalam perjalanan ke lokasi. Saat ini jembatan di Desa Leubok Muku sedang dikerjakan, jadi sulit dilintasi malam hari. Terlebih lagi minim penerangan, maka saya datang pagi ini,” jelas Camat Langkahan.[]