MEUREUDU – Kapolres Pidie, AKBP Muhajir SIK, MH, melalui Kasatlantas AKP Mawardi, menyebutkan salah satu korban tewas dalam kecelakaan maut antara bus sekolah dengan sepeda motor di Jalan Medan-Banda Aceh, tepatnya di Gampong Reuduep, Kecamatan Pante Raja, belum diketahui identitasnya. Sementara Muddasir bin Zainuddin, 16 tahun, diketahui adalah warga Gampong Jeulanga Barat, Kecamatan Bandar Dua, kabupaten setempat. 

Seperti diketahui, bus sekolah nomor polisi BL 7025 DB milik Pemerintah Kabupaten Aceh Timur yang membawa rombongan Marching Band, bertabrakan dengan sepeda motor Yamaha Jupiter MX tanpa plat di kawasan Gampong Reudeup sekitar pukul 05.00 WIB tadi.

Kasatlantas mengatakan selain dua korban tewas, delapan penumpang bus juga mengalami luka-luka. 

Mawardi menceritakan kronologis kejadian kecelakaan tersebut. Menurutnya, bus sekolah yang dikemudikan Ismuha M. Husen (48) warga Trubu Benteng, Kecamatan Bandar Alam, Kabupaten Aceh Timur, sedang melaju ke arah Banda Aceh. Sementara sepmor yang dikendarai Muddasir melaju dari arah Banda Aceh dan mengambil agak ke tengah badan jalan. 

Setiba di lokasi, sepeda motor Muddasir langsung menabrak bus di bagian depan dan terseret hingga puluhan puluhan meter. “Bus juga hilang kendali sehingga terbalik di pinggir jalan yang menyebabkan sejumlah penumpang mengalami luka- luka,” kata Mawardi.

Kasat mengatakan penumpang bus yang terluka adalah Ainun (16), Raika (17), Zulaikha (17), Maria Ulfa (16), Mursyidah (19), dan Wirda (16). Mereka semua pelajar dari Aceh Tamiang. 

Sedangkan dua orang lainnya, Fauziah (18) dan Sri Wahyuni (16) pelajar dari Aceh Timur. 

“Semua korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit guna mendapatkan perawatan. Tiga korban dievakuasi ke RSU Sigli, sedangkan 5 lainnya beserta jasad korban meninggal dievakuasi ke RSU Pijay,” kata Kasatlantas.[](bna)