TAKENGON – Kopi Arabika yang tumbuh dan berkembang di dataran tinggi Gayo memang membawa berkah bagi warganya. Bahkan karena besarnya devisa negara dari kopi Gayo ini, Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengatakan kemampuan ekonomi rakyat melebihi pemerintah daerah setempat.
“Kopi Gayo dari hasil kebun rakyat sudah mampu menghasilkan kurang lebih Rp 5 triliun devisa negara pertahun,” kata Bupati Nasaruddin saat membuka Rakerwil Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki) ke-6 se-Aceh di Takengon, Sabtu, 26 Maret 2016.
Jumlah tersebut menurut Pak Nas, berarti empat kali lebih besar dari APBK Aceh Tengah yang hanya berkisar Rp 1,25 triliun.
Besarnya devisa dari hasil perkebunan kopi masyarakat tersebut, menurut Pak Nas satu di antaranya tidak terlepas dari penetapan Indikasi Geografis (IG) Kopi Arabika Gayo.