TERKINI
TAK BERKATEGORI

Kontes Demokrasi di Riseh Tunong; Ketegangan Mewarnai Kemenangan

SAWANG – Gampoeng Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, menggelar kontes demokrasi berupa Pemilihan Langsung Geuchik, Senin, 25 Januari 2016. Ketegangan para pendukung mewarnai kemenangan…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 704×

SAWANG – Gampoeng Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, menggelar kontes demokrasi berupa Pemilihan Langsung Geuchik, Senin, 25 Januari 2016. Ketegangan para pendukung mewarnai kemenangan mantan sekretaris gampoeng/desa (sekdes). Bagaimana ceritanya?

Riseh Tunong—sebuah gampoeng di pedalaman Kecamatan Sawang—memiliki  lima  dusun definitif; Dusun Lambayong, Dusun Cot Calang, Dusun Blang Ranto, Dusun Lhok Drien Barat, dan Dusun Lhok Baro. “Dan termasuk Gampoeng Persiapan Damar Bulan di wilayah PMU Sawang,” ujar Fauzi, tokoh masyarakat setempat.

Menurut Fauzi, dalam Pemilihan Langsung Geuchik kali ini, jumlah pemilih sesuai daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 1.645 orang. Sedangkan calon geuchik tiga orang, yaitu Muzakkir (nomor urut satu), Sayuti (nomor urut dua), dan Abdul Manaf (nomor urut tiga).   

Panitia penyelenggara menyediakan dua Tempat Pemungutan Suara (TPS). TPS 1 terdiri dari dua dusun yaitu Dusun Lambayong dan Dusun Cot Calang, dan TPS 2 untuk Dusun Blang Ranto, Lhok Baro Dan Lhok Drien Barat.

“Hasilnya, dari 1.645 orang pemilih berdasarkan DPT, yang hadir atau yang memberikan hak suaranya sebanyak 1.180 orang,” kata Fauzi alias Cempala yang juga anggota DPRK Aceh Utara.

Adapun hasil penghitungan perolehan suara: TPS 1; Muzakkir (260 suara), Sayuti (296 suara), dan Abdul Manaf (114 suara). TPS 2; Muzakkir (456) Sayuti (23 suara), dan Abdul Manaf (15 suara). “Sedangkan 16 suara lainnya dinyatakan tidak sah,” ujar Fauzi.

Hasil tersebut menunjukkan, Muzakkir yang merupakan mantan Sekdes Riseh Tunong memenangkan kontes demokrasi tersebut. Dari dua TPS, Muzakkir meraih 716 suara, sedangkan dua calon lainnya, Sayuti (319 suara), dan Abdul Manaf (129 suara).

“Yang menarik di TPS 1, tempat Muzakkir mencoblos, ia kalah perolehan suara dari calon nomor urut dua (Sayuti). Saat penghitungan suara di TPS 1, semua pendukung Muzakkir tegang (karena kalah perolehan suara),” kata Fauzi lagi.

Akan tetapi, Muzakkir yang berdomisili di Dusun Lambayong, menang telak di TPS 2. Kemenangan itu pun disambut para pendukung Muzakkir dengan bahagia. Begitulah kontes demokrasi: Ada yang menang, ada pula yang kalah. Kata Fauzi, “Yang menang tentunya harus melaksanakan amanah rakyat secara maksimal untuk mewujudkan perubahan ke arah lebih baik”.[] (*)

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar