Saat ini ada satu atlet yang tengah berada di Jakarta. Dia sudah didaftarkan ke Pra-PON mewakili provinsi lain.
BANDA ACEH Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh secara resmi melepas kontingen taekwondo Aceh menuju arena Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) 2015, 17 hingga 19 Oktober 2015 di Jakarta. Kegiatan ini berlangsung di Kantor KONI Aceh, Banda Aceh, pada Selasa, 10 Oktober 2015.
Pelepasan kontingen Taekwondo Aceh ini dipimpin langsung oleh Ketua Pemusatan latihan daerah (Pelatda) Pra-PON dan Porwil Aceh 2015, Bachtiar Hasan. Dia didampingi oleh Wakil Sekretaris Pelatda, Dahlan serta Bendahara Umum, Kennedy Husein.
Cabang taekwondo merupakan, salah satu dari tiga cabang terakhir dari total 26 cabang yang diikuti Aceh pada Pra-PON hingga akhir 2015 ini. Pada Pra-PON kali ini, taekwondo Aceh menurunkan 12 atlet putra dan putri yang akan berlaga di berbagai kelas.
Manajer tim taekwondo Aceh, Fahrizal menyampaikan kepada KONI Aceh, saat ini ada satu atlet yang tengah berada di Jakarta. Dia sudah didaftarkan ke Pra-PON mewakili provinsi lain.
Menurut Fahrizal, Pengprov Taekwondo Aceh bersikeras agar atlet tersebut masuk dalam daftar tim taekwondo Pra-PON Aceh.
Secara aturan dia (atlet tersebut) masih milik kita (Aceh), kata Fahrizal.
Sesuai aturan, setiap atlet dari suatu provinsi yang akan dipakai jasanya oleh provinsi lain, maka harus mendapatkan rekomendasi dari KONI. Sejauh ini KONI Aceh belum mengeluarkan rekomendasi apapun terkait atlet tersebut.
Fahrizal juga sudah berkomunikasi dengan atlet yang bersangkutan, dan mengaku bersedia penuh untuk membela Aceh di ajang Pra-PON 2015 ini. Kita siap (memperjuangkannya) sampai ke dewan arbitrase, kata Fahrizal.
Di ajang Pra-PON 2015 Jakarta, cabang taekwondo menargetkan perolehan satu emas, dua perak, dan meloloskan delapan orang atlet ke PON XXI 2016 Jawa Barat.
Meski begitu, Ketua Pelatda Aceh Bachtiar mengingatkan agar taekwondo Aceh benar-benar mencapai hasil maksimal. KONI Aceh sudah membuat kriteria, lolos menurut PB (Pengurus Besar)-taekwondo Indonesiabelum tentu lolos dengan aturan yang ditetapkan KONI Aceh, kata Bachtiar mengingatkan.
Sebagai motivasi, Bachtiar menyebutkan, bonus yang diberikan KONI Aceh bagi peraih medali di ajang PON XIX 2016 nanti termasuk paling tinggi di seluruh Indonesia. Kita sudah teliti, untuk bonus PON, kita (Aceh) masih yang terbaik, kata Bachtiar yang disambut tepuk tangan semangat dari para atlet dan pelatih.
Penutup sempurna
Sementara, Wakil Sekretaris Umum KONI Aceh, Dahlan, di hadapan atlet, pelatih dan manajer tim mengatakan, KONI Aceh sangat mengharapkan perolehan medali dari cabang taekwondo sebagai penutup sempurna ajang Pra-PON 2015 yang diikuti Aceh. Dari tiga cabang (taekwondo, gulat dan panahan) yang masih akan mengikuti Pra-PON, kita mengharapkan hasil yang maksimal, salah satunya dari cabang taekwondo, kata Dahlan.
Khususnya cabang taekwondo, Dahlan mengatakan, harapan untuk memperoleh medali bertambah besar mengingat taekwondo Aceh selama ini cukup disegani di kancah olahraga taekwondo Indonesia. PON XIX 2016 Jawa Barat, kata dia, menjadi pertaruhan bagi KONI Aceh. Apalagi mengingat ke depan Aceh memasang target untuk menjadi tuan rumah even PON Remaja III 2019 dan PON XXI 2024.
Harapan serupa juga disampaikan oleh Kennedy Husein. Dia berharap cabang taekwondo dapat menyumbang medali emas untuk kebanggaan Aceh.
Daftar nama-nama tim taekwondo Aceh yang berangkat ke Pra-PON 2015 Jakarta adalah, head office team H. Ilmiza S Djamal, dan manajer Fahrizal. Pelatih adalah Bambang Juliansyah, Bustamam, dan Jimmy Chandra.
Atlet putra adalah Rianza Bahri dengan prestasi sebelumnya antara lain, seleksi Pelatnas junior tahun 2012, medali emas di Malaysia Open tahun 2012, dan medali emas di Korea Selatan Open Champion.
Kemudian M. Iqbal, medali emas di Malaysia Open 2012, M. Risky peraih medali emas di Malaysia Open 2012, dan medali perak di Indonesia Open pada tahun yang sama. Atlet putra lainnya adalah Surya Darma, Mahdalil Munandar dan Rully Syaifannur.
Sedangkan atlet putri yaitu Khumaira Aprilia dengan prestasi sebelumnya antara lain medali perak di ajang pra-Sea Game Myanmar tahun 2011, medali emas Malaysia Open tahun 2011, dua medali di Malaysia Champion Klasik tahun 2013, perempat final Swedia Open tahun 2013 dan medali perunggu pada Popnas Bandung tahun 2015.
Lalu Vena Besta Klaudia, peraih medali perunggu di pra-Sea Game Myanmar tahun 2013, medali perunggu Malaysia Open 2012, medali perunggu Pra-PON 2011, medali perunggu Malaysia Champion Klasik 2014, medali emas kelas junior di Korea Open 2011, dan medali perunggu Popnas Jakarta 2013.
Kemudian Fadhluna Khairunnisa, peraih medali emas kejuaraaan taekwondo internasional di Thailand, medali emas di pra-Sea Game Myanmar 2013, medali perunggu di Malaysia Champion Klasik 2010, medali emas Kejurnas Junior Jakarta 2011 dan medali perunggu pada Pra-PON 2011.
Atlet putri lainnya yang juga peraih medali pada Popnas Bandung 2015 yaitu Ghufnani, Natasya Latifa dan Nurul Khairi Humaira.[]