BANDA ACEH – Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang sebentar lagi akan diselenggarakan di Pekanbaru, Riau, diketahui menggunakan Anggaran Pendapatan dan Pembelanjaan Daerah (APBD) Riau sebesar Rp3 miliar. Penggunaan dana APBD sebagai penyokong dana untuk penyelenggaraan acara HMI ini menuai kritik pedas dari masyarakat, termasuk dari Banda Aceh.
Nadri Solin, salah seorang warga Banda Aceh, mengatakan tidak setuju penggunaan dana APBD untuk Kongres HMI tersebut.
“Saya tidak setuju. Karena, saat ini masih banyak keperluan mendesak di daerah tersebut (Riau). Seperti kita ketahui, beberapa bulan lalu masyarakat Riau sempat ditimpa musibah kabut asap, jadi (masyarakat) di sana masih perlu dana untuk berobat. Serta masyarakat miskin juga masih membutuhkannya,” kata Nadri kepada portalsatu.com, di Banda Aceh, Jumat, 20 November 2015.
Menurut Nadri, penyelenggaraan Kongres HMI tersebut tidak ada kaitannya dengan kepentingan masyarakat umum sedikit pun, kecuali hanya untuk kepentingan segelintir orang. “Tidak ada kaitannya dengan kepentingan masyarakat. Ini (Kongres) hanya untuk kepentingan organisasi semata,” ujarnya.
Ia menduga dalam penyelenggaraan Kongres HMI kali ini terdapat unsur politis dari pejabat tinggi (Plt. Gubernur) Riau. Apalagi, kata dia, penyelenggaraan Pilkada sudah di depan mata. Otomatis hal ini dimanfaatkan Plt. Gubernur Riau guna menarik simpati kader HMI. Serta bisa jadi mereka dijadikan tim sukses (Timses), jika ia mencalonkan diri nantinya.
Nadri mengaku kecewa dengan tindakan Plt. Gubernur Riau yang mengucurkan dana tersebut. “Saya sangat kecewa dengan tindakan gubernur Riau yang menggunakan uang rakyat untuk kepentingan sekelompok orang daripada untuk kepentingan masyarakat banyak, yang masih memerlukan uluran tangan pemerintah,” sesalnya.