BANDA ACEH – 264 siswa SMAN 4 DKI Jakarta, Banda Aceh, mengikuti Ujian Nasional (UN) yang merupakan tahun kedua Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin, 10 April 2017.

Kepala SMAN 4 DKI Jakarta, Banda Aceh, Bakhtiar. S.Pd., yang baru seminggu menjabat di sekolah tersebut,  diwawancarai portalsatu.com mengatakan, kali ini merupakan tahun kedua UNBK diikuti 264 siswa.

Menurutnya, ujian tersebut dilakukan selama empat hari, secara bertahap kepada 264 siswa, dibagi tiga kelas, di tiap-tiap kelas terdapat 30 komputer dan dua komputer cadangan.

“Dalam satu hari ujian untuk satu mata pelajaran karena komputernya kurang sehingga anak-anak mengikuti ujian secara bertahap dalam tiga sesi. Sesi pertama pagi, sisi kedua menjelang siang, dan sesi ketiga setelah zuhur,” katanya.

“Untuk hari ini komputernya baru 94 unit, ke depan kemungkinan komputernya akan ditambah sehingga tidak perlu dilakukan secara bertahap lagi,” ujar Bakhtiar.

Dalam kelas diawasi dua pengawas dan satu teknisi komputer. “Jika ada masalah pada komputer, maka langsung ada teknisinya, seperti tadi ada satu komputer yang macet,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga menyiapkan genset karena dikhawatirkan terjadi pemadaman listrik PLN.

Menurut Bakhtiar, UNBK ini sangat efektif dan tingkat kecurangan juga sulit. “Kami saja tidak tahu seperti apa soalnya karena tidak bisa kita buka sembarangan. Setelah ada waktunya, baru bisa dibuka. Ujian seperti ini juga sangat menghemat uang negara, berbeda dengan Ujian Nasional Kertas dan Pensil atau UNKP, yang membutuhkan banyak biaya negara,” katanya.

Menurutnya, beberapa waktu lalu pihaknya juga sudah melakukan simulasi tentang UNBK kepada siswa agar saat ujian tidak ada yang terkendala.

“Kita juga memberikan try out, les, dan penambahan jam belajar sore, disesuaikan dengan kendala yang ada pada siswa, mana yang jadi masalah itu yang akan ditingkatkan,” kata Bakhtiar.[] (*sar)

Laporan: Taufan Mustafa