NEW YORK – Komisi pimpinan mantan Sekjen PBB Kofi Annan, yang dibentuk untuk mencari cara-cara mengakhiri kekerasan yang dialami kelompok minoritas Rohingya dalam konflik di Rakhine, Myanmar, mengeluarkan laporan sementara pada Kamis (16/03).
Komisi itu merekomendasikan agar ditempuh langkah transparan untuk memberikan kewarganegaraan kepada kelompok Rohingya yang telah tinggal di Negara Bagian Rakhine dari generasi ke generasi, tetapi tidak diakui sebagai warga negara oleh pemerintah Myanmar.
Laporan sementara juga mencakup beberapa rekomendasi lain, termasuk penutupan kamp-kamp bagi warga Rohingya di Rakhine.
“Komisi menyerukan perlunya dibuat rencana untuk menutup seluruh kamp pengungsi dalam negeri di Negara Bagian Rakhine,” kata Ghassan Salame, seorang anggota komisi dalam peluncuran laporan di Yangon pada Kamis (16/03).
Kantor pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, mengatakan sebagian besar rekomendasi tersebut akan “segera diterapkan”.
Pemerintah Myanmar, sebut kantor Aung San Suu Kyi, “sepakat dengan rekomendasi-rekomendasi dan meyakini hal ini akan berdampak secara positif pada proses rekonsiliasi nasional dan pembangunan.”