BANDA ACEH – Asisten teritorial (Aster) Kodam Iskandar Muda Kolonel Inf Terry Tresna Purnama mewakili Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto membuka acara sosialisasi Antisipasi Bahaya Laten Komunis (Balatkom) dan Paham Radikal di Balai Teuku Umar, Makodam IM, Gampong Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Kamis 17 Desember 2015.
Sosialisasi yang berlangsung selama satu hari tersebut dihadiri oleh 140 peserta perwakilan dari satuan jajaran Kodam Iskandar Muda.
Dalam sambutan Pangdam IM Mayjen TNI Agus Kriswanto yang dibacakan oleh Aster menyampaikan, tujuan acara tersebut untuk memberikan pemahaman kepada para anggota di satuan jajaran Kodam IM tentang kesamaan langkah dan tindakan serta kewaspadaan dalam menyikapi Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal.
Partai Komunis Indonesia secara resmi dibubarkan dan dilarang keberadaannya di negara kita, karena bertentangan dengan ajaran agama dan ideologi Pancasila, juga telah melakukan berbagai penghianatan dan pemberontakan untuk merebut kekuasaan atau kudeta,” kata Aster membacakan sambutan Pangdam IM.
Namun, lanjut Aster, dalam perjalanan waktu hingga saat ini, ternyata paham ideologi Komunis masih hidup di tengah-tengah masyarakat Indonesia dan terus menggalang kekuatan untuk kembali bisa melakukan aktivitas secara nyata.
“Para kader dan simpatisannya terus berupaya dengan berbagai cara agar paham komunis bisa kembali diterima sebagai ideologi terbuka. Salah satu caranya adalah dengan mencabut Tap MPRS No. XXV Tahun 1966 tentang larangan paham Komunis di Indonesia,'' kata Aster.
Pangdam menekankan kepada Prajurit dan PNS jajaran Kodam IM agar tidak mudah terhasut oleh tipu muslihat dan propaganda komunis, selalu waspada guna menangkal berbagai upaya bangkitnya kembali ajaran Komunis yang berusaha merusak ketatanegaraan di Indonesia maupun faham radikal yang selalu berupaya untuk memaksakan penggunaan Syariat Islam dalam sendi-sendi keagamaan dan ketatanegaraannya.
Selain itu, dapat mengganggu solidaritas kerukunan antar umat beragama, persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah NKRI,'' demikian imbuhnya.[](tyb)