BANDA ACEH – Koalisi Pemantau Pilkada Aceh menyebutkan, memasuki hari kedua masa tenang Pilkada Aceh 2017 (13/2), alat peraga kampanye masih terlihat di beberapa titik kota Banda Aceh. Beberapa di antaranya, masih terpasang di sekitar kawasan Lam Dingin, Ateuk Jawo, Lambhuk, Punge, dan Lamseupeung. Alat peraga yang dimaksud berupa baliho dan spanduk ajakan memilih milik pasangan calon, baik terkait kepentingan pilkada gubernur Aceh maupun pilkada walikota Banda Aceh.
“Sebaran alat peraga kampanye ini memang sudah berkurang jika dibandingkan dengan hari pertama masa tenang (12/3), yang juga masih terlihat di sekitar pusat kota serta di wilayah Neusu Aceh, Ateuk Munjeng, Kampung Laksana, dan Kampung Baru,” kata Aryos Nivada (JSI), salah satu anggota Koalisi Pemantau Pilkada Aceh, dalam siaran persnya, Senin, 13 Februari 2017.
Aryos Nivada mengatakan, masa tenang dimaksudkan agar masyarakat mendapatkan suasana yang tenang dari hiruk-pikuk kampanye. Sehingga memberikan kesempatan kepada pemilih untuk benar-benar memberi pertimbangan yang jernih terhadap pasangan calon pilihannya berdasarkan informasi yang diperoleh selama ini. Itu sebabnya, seluruh alat peraga kampanye harus dinetralisir agar tidak lagi mempengaruhi pemilih. Apalagi kegiatan-kegiatan yang mengarah pada kampanye yang melibatkan massa, hal itu tidak boleh dilakukan sama sekali.
“Berdasarkan aturan pilkada, tepat sebelum memasuki masa tenang, seluruh alat peraga kampanye para kandidat sudah harus diturunkan. Sehingga pada tiga hari masa tenang, ruang-ruang publik sudah bersih dari segala bentuk material kampanye. Pihak yang wajib membersihkan alat peraga adalah paslon beserta tim sukses masing-masing. Jika tidak dilakukan, maka menjadi kewajiban penyelenggara pemiluKIP Aceh/Kabupaten/Kota dan Panwaslih Provinsi/Kabupaten/Kotabersama pemerintah terkait, untuk segera menurunkannya. Oleh sebab itu, Panwaslih sebagai pengawas pilkada, harusnya bekerja lebih serius dan profesional serta memperkuat koordinasi dalam memantau sisa-sisa bahan kampanye yang masih bertengger di jalanan,” kata Aryos.