Sebagai satu-satunya polisi wanita yang terlibat dalam pengungkapan jaringan narkoba internasional sebanyak satu ton sabu, nama Ajun Komisaris Polisi Rosana Labobar belakangan ini ramai jadi perbincangan publik.
Dalam aksi tersebut Ocha ternyata adalah polisi yang berada di garis terdepan. Usut punya usut, Ocha ternyata juga sempat terlibat dalam kasus besar lainnya yang juga terkait dengan mafia narkoba internasional.
Berbekal pengalaman itu, wanita kelahiran Ambon 19 Oktober 1986 ini dipercaya untuk terlibat langsung dalam pengungkapan kasus penyelundupan satu ton sabu di pantai Anyer, Rabu malam 13 Juli 2017. Dia pun menceritakan pengalamannya melakukan operasi anti narkoba.
Iya itu bukan yang pertama buat saya, dulu saya juga pernah terlibat dalam pengungkapan 135 sabu di Dadap, Tangerang dan dikembangkan ke Banten. Jadi untuk mengulang kembali saya tidak terlalu khawatir karena ada pengalaman yang sama, katanya pada VIVA.co.id, Sabtu 15 Juli 2017.
Namun demikian, untuk yang kali ini Ocha jauh lebih puas sebab barang bukti yang ditemukan mencapai satu ton sabu. Itu artinya ada lebih dari 10 juta nyawa yang berhasil diselamatkan oleh Ocha bersama timnya yang tergabung dalam Satgas Merah Putih.
Ocha adalah satu-satunya polisi yang saat kejadian berada digaris terdepan dengan jarak sekitar 30 meter dari kawanan pelaku. Akpol jebolan 2017 itu pulalah yang menjadi mata dari pergerakan operasi senyap tersebut. Ia rela tiarap empat jam di semak-semak, demi bisa mendekati para pelaku.
Meski demikian, Ocha jugalah wanita biasa. Rasa-rasa takut pun sempat ia alami manakala berhadapan langsung dengan pelaku kriminal. Lalu apa yang membuat Ocha berbuat nekat hingga akhirnya berada digaris terdepan?