KISAH cinta dua hati suami istri ibarat sepasang sayap. Jika salah satunya pergi, hidup pun terasa patah. Begitulah kisah sayap-sayap patah dari dua sosok tokoh Aceh, Tengku Muhammad Yusuf A. Wahab yang akrab disapa Tu Sop dan Sulaiman Abda yang kerap dipanggil Bang Leman.
Tu Sop adalah ulama yang memimpin dayah terkenal Babussalam Al Aziziyah. Bang Leman adalah politisi yang kini menjadi Wakil Ketua DPR Aceh. Meski mereka tokoh, keduanya tetap manusia biasa. Saat kehilangan orang yang dicintai, rasa duka tetap menggayut di jiwa.
Hari ini, Jumat, 21 Agustus 2015, keduanya saling meneteskan air mata. Tu Sop berkisah tentang almarhumah yang akrab disapa Bunda. Dan, Bang Leman menyimak dengan bersahaja. Sama, istri Bang Leman juga akrab disapa dengan panggilan Bunda.
Istri Tu Sop, Hj Mardhiah meninggal di Malaysia pada Selasa, 18 Agustus 2015. Sedangkan Hj Hausmini, istri Bang Leman, meninggal di Jakarta pada 25 Mei 2015. Bang Leman sesekali menyeka air mata ketika Tu Sop berkisah ulang dialog-dialog dengan almarhumah, atau kala Tu Sop berkisah membesarkan hati anak-anaknya. Tu Sop juga sesekali menyeka matanya dengan kain sal. Suaranya kerap bergetar saat berkisah.
Saya harus tegar. Jika saya lemah bagaimana dengan anak-anak saya, kisah Tu Sop kepada Bang Leman.
Tu Sop memang lebih kuat dan tegar. Kepahaman agama membimbingnya untuk tidak lemah. Semua yang hidup pasti akan mati. Sebagai ayah Tu Sop juga harus bisa membesarkan hati kelima boh hate yang ditinggal almarhumah Bunda Mardhiah, yaitu Muzammil, 17 tahun, Luthfiana, 15 tahun, Muhammad Kamal Fasya, 9 tahun, Suhaimi, 5 tahun, dan Syukriana, 1 bulan.
Aneuk-aneuk watee nyan meungumpoi lam kama. Hana meusikrek diteubit haba. Tapi mandum ro ie mata, kenang Tu Sop, lalu menyeka air mata.
Neuk, Bunda memang sudah pergi. Tapi Bunda akan tetap bersama kita bila kalian semua berdoa untuk Bunda, berbuat baiklah sebagaimana nasehat Bunda. Insya Allah, kita akan kembali bertemu Bunda, kata Tu Sop mengenang saat membesarkan hati anak-anaknya.
Sedangkan Bang Leman, keempat anaknya sudah dewasa. Dengan bekal pendidikan agama, keempat anaknya bisa tegar.