NEW YORK – Film King Arthur: Legend of the Sword membuktikan kegagalan epik dalam akhir pekan debutnya dengan hanya mampu mendulang US$15,4 juta di Amerika Utara.
Pendapatan tersebut tak sampai 10 persen dari biaya produksi.
Film biasanya mendapatkan pendapatan terbesar pada akhir pekan pertama. Setelahnya, cenderung terjadi penurunan sebesar 50 persen.
Dengan tren penurunan tersebut, film yang mengisahkan legenda rakyat Inggris dan disutradarai Guy Ritchie itu akan menjadi salah satu film paling gagal tahun ini.
Padahal, film yang dibintangi oleh Charlie Hunnam dan Jude Law itu menghabiskan uang Warner Bros hingga US$175 juta. Pun, King Arthur sudah menggandeng David Beckham untuk menarik penonton.
Namun King Arthur justru mendapat rating rata-rata 4,6 dari 10 yang diulas lebih dari 140 responden Rotten Tomatoes.
'King Arthur' sudah menggandeng David Beckham agar laris, namun film ini justru gagal untung.'King Arthur' sudah menggandeng David Beckham agar laris, namun film ini justru gagal untung. (Courtesy of Warner Bros)
“Daftar suci dari rentetan kebodohan mahal seperti John Carter, Ishtar, Heaven's Gate, mari sebut dengan nama lain: King Arthur: Legend of the Sword,” kata jurnalis Nico Lang dari majalah Salon.
“King Arthur menjadi sebuah parade yang keras, menyebalkan dengan potongan gambar yang mencolok secara visual, aksi penuh keagresifan, dan kurang masuk akal,” tulis ulasan Peter Debruge dari Variety.
“Film ini membosankan, bukan karena tidak ada yang terjadi, namun karena segalanya yang terjadi di film ditempatkan dalam narasi yang campur aduk,” ungkap Emily Yoshida dari Volture.