TERKINI
TAK BERKATEGORI

Kim Jong Un Tuding Korsel Memperburuk Hubungan dengan Korea Utara

"Kita harus menghargai pertemuan tingkat tinggi tahun lalu dan melakukan upaya lanjutan guna mencari (jalan untuk) buka dialog serta tidak mengambil langkah mundur."

DREAM Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 593×

Seoul – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menuding Korea Selatan telah membuat rasa ketidakpercayaan di antara kedua negara tersebut meningkat. Hal itu dikatakan Kim saat membacakan pidato Tahun Baru pada Jumat 1 januari lalu.

“Korea Selatan secara sepihak membuat penyatuan kembali dalam agendanya dan mereka mengambil peran dalam meningkatkan rasa saling tidak percaya serta (meningkatkan) konflik diantara kedua negara,” ujar Kim seperti dilansir dari Reuters, Sabtu 2 Januari 2016).

Dalam siaran salah satu stasiun televisi di Korea Utara, Kim membacakan pidato sepanjang 30 menit. Pidato tersebut merupakan pidato keempat yang pernah disampaikannya selama menjabat sebagai pimpinan Korea Utara sejak tahun 2011.

Kim menggarisbawahi kecurigaan Korea Utara itu muncul karena adanya kebijakan Korea Selatan yang ingin menyatukan kembali kedua negara yang sudah lama bersitegang. Di tahun 2015 lalu, Kim menyatakan pihaknya terbuka dengan Korea Selatan untuk berunding.

Namun rencana tersebut sempat berjalan alot lantaran terjadi ledakan ranjau di perbatasan kedua negara itu pada Agustus 2015 lalu. Korea Selatan kala itu menuduh Korea Utara bertanggung jawab atas ledakan yang melukai dua tentaranya.

Setelah melalui sejumlah upaya, kedua negara akhirnya berunding kembali dan sepakat untuk mengendorkan ketegangan di antara mereka. Tak hanya itu, mereka juga sepakat untuk melakukan perundingan lebih jauh hingga ke tingkat wakil menteri.

“Kita harus menghargai pertemuan tingkat tinggi tahun lalu dan melakukan upaya lanjutan guna mencari (jalan untuk) buka dialog serta tidak mengambil langkah mundur,” lanjutnya merujuk pada negosiasi dalam Komisi Militer Pusat Partai Pekerja Korea, Agustus lalu.

Kim mengatakan, dirinya terbuka membicarakan 'penyatuan kembali secara damai' dengan pihak mana pun. Suara tepuk tangan pun kemudian dihadirkan di beberapa bagian pidato yang sepertinya telah direkam terlebih dulu.

Ada juga potongan gambar pabrik dan pertanian yang disisipkan dengan video Kim Jong Un yang sedang membacakan pidato sambil berdiri di sebuah ruangan, depan satu bendera merah berlogo Partai Pekerja Korea Utara. Menanggapi pidato Kim, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menegaskan pihaknya terbuka untuk berdialog dengan Korea Utara.

“Korea Utara harus menggarisbawahi, kita sedang mencari cara untuk meningkatkan hubungan antara Korea sebagai dasar penggabungan yang damai,” kata salah seorang pejabat Korea Selatan yang tidak terindetifikasi jelas, seperti yang dilaporkan Kantor Berita Yonhap.

Pemimpin Korea Utara sebelumnya terbilang jarang berpidato. Pidato Kim Jong Il hanya pernah disiarkan di televisi setempat satu kali dan mendiang ayah Kim Jong Un itu memilih tidak pernah berpidato lagi di depan umum selama 17 tahun berkuasa.

Dalam kesempatan ini, Kim Jong Un juga berjanji dirinya akan mengembangkan perekonomian Korea Utara yang hampir mati dan meningkatkan standar kesejahteraan rakyatnya. Hal serupa sudah sering diungkapkan oleh pimpinan Korea Utara sebelumnya selama beberapa dekade.

Korea Utara juga mendapat sanksi dari PBB karena program nuklir dan rudal sehingga kehidupan masyarakatnya berada di bawah kemiskinan. Kim sama sekali tidak menyinggung program nuklir dalam pidato awal tahunnya tersebut.[]
Sumber: detik.com

DREAM
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar