IDI RAYEUK – Ketua terpilih Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI ) Aceh Timur Faisal Riza menilai kasus Din Minimi harus diselesaikan secara persuasif.
“Din Minimi dan kelompoknya perlu dirangkul, mereka merupakan masyarakat kita (Aceh). Permasalahan Bang Din bisa diselesaikan tanpa kekerasan, karena itu kita sangat berharap kepada pihak berwenang agar dalam penyelesaain konflik di Aceh Timur tidak ada yang kehilangan nyawa,” ujar Faisal dalam sambutannya saat pelantikan pengurus KNPI Aceh Timur periode 2015-2018 di Aula Serba Guna Idi, Aceh Timur, Senin 26 Oktober 2015.
Faisal menyebutkan jika konflik Din Minimi tidak diselesaikan akan membuat semua sektor terhambat dalam kemajuan suatu daerah.
“Konflik akan menghambat ekonomi dalam kemajuan suatu daerah, dan ini juga merupakan tugas pemuda ke depan untuk mendorong suasana kondusif di Aceh,” kata Faisal lagi.
Faisal menambahkan, tak ada konflik yang tidak bisa diselesaikan, apalagi masalah sebagian kelompok yang selama ini dinilai luput dari perhatian Pemerintah Aceh.
“GAM dengan Indonesia bisa diselesaikan, kenapa Din Minimi tidak bisa diselesaikan? Mereka hanya mencari sedikit perhatian,” katanya.
Menurutnya, permasalahan seperti itu juga merupakan tugas pemuda untuk membendung kaum muda ke arah yang benar.
“Ini masalah besar bagi pemuda dan tugas kita bersama sama untuk membendung pemuda ke arah pemuda yang profesional ke depan untuk kemajuan Aceh,” kata Faisal.[]