BANDA ACEH – Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkomitmen mendukung pelaksanaan syariat Islam secara khaffah di Aceh. Hal ini dikatakan pria yang akrab disapa Tgk Muhar saat bersilaturrahmi ke Dayah Syamsul Fata Ulee Titi di Gampong Siron, Aceh Besar, Minggu, 17 April 2016.

“Selain peran ulama-ulama dayah, seluruh komponen masyarakat Aceh juga harus mendukung pelaksanaan syariat Islam di Aceh secara khaffah. Apalagi keberadaan dayah-dayah di Aceh sebagai kunci utama dalam membentengi dari segala hal hal yang bertentangan dengan ajaran islam, contohnya merebaknya aliran sesat, pergaulan bebas di kalangan remaja dan kasus penyalahgunaan narkoba di Aceh,” kata Tgk Muhar.

Tgk Muhar juga menyempatkan diri meninjau lokasi pembangunan musala dan asrama bagi santri dayah pimpinan Abu Attahillah Ishaq atau yang dikenal dengan panggilan Abu Ulee Titi tersebut. Tgk Muhar berjanji akan turut memberikan bantuan pembangunan fisik musala dan asrama santri tersebut.

“Insya Allah ke depan, dayah ini akan terus kita pantau dan kita bantu. Apalagi mengingat jumlah santri di sini yang kian membludak sehingga butuh perhatian khusus dari semua pihak untuk membantunya. Apalagi di dayah salafi ini telah banyak melahirkan generasi intelektual-inteletual Aceh dalam menegakkan Dinul Islam,” kata Tgk Muhar.

Politisi muda dari Partai Aceh ini merasa tergugah hatinya takkala mendengar penuturan langsung dari Abu Dayah Ulee Titi bahwa saat ini fasilitas asrama dan musala kian sempit. Hal ini dikarenakan jumlah santri yang mondok semakin membludak.

“Tadi Abu katakan, satu kamar bilik bahkan sudah dihuni lima sampai enam santri. Begitu juga dengan ruang mushala dan ruang belajar yang mulai sempit sehingga perlu penanganan serius dari kita. Apalagi santri yang mondok dan sekaligus menimba ilmu agama disini bukan hanya dari Aceh, bahkan ada juga dari provinsi lain di Indonesia dan dari negeri Jiran, Malaysia,” kata Tgk Muhar lagi.[] (adv)